Panorama Di Bibir Nggelu

18342787_259734434492761_1696693080374578739_nDebur ombak, nyanyian burung laut yang berpadu dengan desir angin adalah senandung alam di bibir pantai Nggelu yang eksotik ini. Menurut cerita warga, teluk mungil yang diapit dua tanjung inilah pintu gerbang pertama kedatangan mubaliq di tanah Sape. Para mubaliq berlabuh di di bibir teluk ini yang langsung berhadapan dengan hilir Sungai Nanga Nae. Jika diamati keadaan sekitar, teluk Nggelu dan Nanga nae memang sangat strategis dan tersembunyi. Teluk Nggelu diapit oleh dua Tanjung atau Toro yaiitu Toro Ta’a dan Toro Sobu Nasi.

18300938_10203340611191543_8324378046671563162_nTeluk Nggelu diapit oleh dua gugusan pegunungan yang masih rindang. Di gugusan pegunungan sebelah selatan terdapat rumah tua yang dibangun Belanda dan menjadi tempat pemantauan lalu lintas laut. Di sekitar pegunungan ini banyak pohon Sawo yang tumbuh secara alami.

Disamping eksotisme pantainya, Nggelu memilik potensi budaya dan tradsi yaitu Bulang Kalu dan atraksi budaya lainnya. “ Jika dikemas dengan apik oleh elemen masyarakat di Nggelu,maka desa diujung timur kecamatan Lambu ini akan menjadi destinasi wisata yang lengkap.” Ucap Haeruddin,salah seorang warga Nggelu.

Penulis : Alan Malingi

 

 

Jejak Tradisi Pembuatan Sarung Sangiang

18157475_10203287325939445_3022708551580206071_nMendampingi tim jejak petualang Trans 7 di beberapa tempat di Bima selama akhir pekan dan liburan kali ini, saya mendapat oleh oleh berharga untuk berbagi. Ya, sebuah pengalaman menarik sekaligus menantang tentang kekayaan khasanah budaya Mbojo yang masih banyak yang belum diekspose dalam balutan keindahan alam Dana Mbojo. Menyambangi kampung Sangiang darat, saya mendapatkan dua sarung yang usianya sudah tua dan bahannya murni dari kapas di pulau sangiang dan proses pembuatannya melewati 12 tahapan secara tradisional dengan alat yang sederhana dan pewarna alami yang dikenal dengan Ro o Dau.

Baca lebih lanjut

Berwisata Ke Dam Roka

50866331
Sumber Foto : Panoramio Photo

DAM Roka atau Bendungan Roka terletak di jalan lintas Tente – Sambori, Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, NTB. Seperti umumnya DAM, bendungan ini dibuat sebagai penampung debit air saat musim hujan dan menjadi cadangan air saat musim kemarau, atau istilahnya sebagai drainase yg selalu tergenang terus. Ada hektaran sawah yang mengandalkan pasokan air dari bendungan ini, terutama di musim kemarau.

Baca lebih lanjut

Membedah ” Kalembo Ade “

sabar-mudah-diucapkan-tapi-sulit-dilakukanKalembo Ade berasal dari dua kata yaitu kalembo dan Ade. Kata Kalembo sesungguhnya berasal dari kata Ka dan Lembo. Lembo berarti lapang dan luas. Sedangkan Ade adalah hati atau dada. Kata lembo, setelah mendapatkan imbuhan ‘Ka’ menjadi melapangkan atau membuat menjadi lapang. Imbuhan awal Ka pada beberapa kata Bahasa Mbojo sama dengan imbuhan Me dalam bahasa Indonesia.

Baca lebih lanjut

Gentan Tipar

17309084_10203134441397427_1671548743228649531_nDi celah acara pemakaman Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin Minggu siang 19 Maret 2017, saya menyempatkan berdiskusi dengan Sultan Sumbawa YM. DEWA MASMAWA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN IV dan kerabat kesultanan Sumbawa Pak Hasanuddin tentang hubungan kawin Mawin dan kedekatan antara kesultanan Sumbawa dan Bima. Hubungan kedua kerajaan ini memang sudah lama terjalin baik dari sisi politik,sosial dan budaya dan dipererat lagi dengan pernikahan. Daeng Ewan yang juga fasih berbahasa Bima ini berziarah ke makam SULTANAH SYAFIATUDDIN DAENG MASIKI di kompleks makam sultan Bima di sebelah barat Masjid Sultan Muhammad Salahuddin.

Siapakah Syafiatuddin?

Baca lebih lanjut

Pesta Adat Di Dam Roka

17103489_1403359366414376_3159938580261300773_nMinggu pagi, 5 Maret 2017, masyarakat di desa Roka kecamatan Belo Kabupaten Bima berbondong-bondong menuju Dam Roka untuk sebuah ritual adat yang telah berlangsung turun temurun. Mereka mengikuti kegiatan Doa “ Karanga Ro Karombu”. Kegiiatan ini biasanya dilakukan mejelang panen raya padi dimana tujuan utamanya adalah sebagai do’a tolak hama agar hasil padi sebelum dipanen dijauhkan dari hama wereng. Dalam bahasa Bima hama tersebut disebut Karanga dan karombu sejenis serangga yang memakan pucuk-pucuk padi yang sedang berbunga.

Baca lebih lanjut

6 Zona Pariwisata Di Kabupaten Bima

dsc_1729
Pesona So Tengke Sanggar Bima

Saat menjadi Keynote Speaker pada acara Rapat Kerja Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017 di Hotel Grand Legi Mataram, Selasa 24/12017, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri memaparkan   sejumlah program dan arah kebijakan pembangunan kepariwisataan di kabupaten Bima. Dikatakannya, dalam jangka pendek Pemkab Bima saat ini sedang menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata, menata sarana dan prasarana wisata dan fasilitas pendukung lainnya, menciptakan layanan dan paket wisata yang profesional serta efektif melakukan promosi wisata.

Baca lebih lanjut

Mimpi Bencana Dan Kelahiran Ngaha Aina Ngoho

ebakuasi-banjir-bandang-bima
Foto : lensaindonesia

Apakah kita tidak merasa berdosa terhadap penderitaan generasi dan anak cucu kita yang akan datang akibat daripada kelalaian kita pada hari ini ? Apakah kita tidak beriba hati kelak “ di sana” mendengar berita mereka hidup dalam kehampaan dan merenangi kehidupan yang serba sulit akibat kita bermewah-mewah tanpa batas dengan rahmat tuhan pada hari ini ?

Baca lebih lanjut