Kenapa Tenunan Bima Tidak Bermotif Manusia dan Binatang ?

dsc08421Dalam memilih simbol dan gambar untuk dijadikan motif tenunan, para penenun Bima tempo dulu berpedoman pada nilai dan norma adat yang Islami. Sebagai gambaran jati diri atau kepribadian yang taat pada ajaran agamanya. Mereka tidak boleh atau dilarang untuk memilih gambar manusia dan hewan guna dijadikan motif pada tenunannya. Larangan itu mengacu pada Masa Kesultanan (1640-1951), dilatarbelakangi oleh kekhawatiran masyarakat akan kembali ke ajaran agama lama yang percaya bahwa pada gambar manusia dan hewan ada rokh dan kekuatan gaib yang harus disembah.

Baca lebih lanjut

Menenun Bagi Perempuan Bima

SONY DSCSalah satu syarat ketrampilan yang wajib dimiliki oleh gadis Bima untuk melangkah ke mahligai pernikahan adalah ketrampilan MUNA RO MEDI atau menenun. Berdasarkan ketentuan adat, setiap wanita yang memasuki usia remaja harus terampil melakukan Muna ro Medi, yang merupakan kegiatan kaum ibu guna meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga. Perintah adat tersebut dipatuhi oleh seluruh wanita Bima  . Sejak usia dini anak-anak perempuan dibimbing dan dilatih menjadi penenun terampil dan berjiwa seni). Bila kelak sudah menjadi ibu rumah tangga mampu meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga.

Baca lebih lanjut

Fantasi Gua La Hami

gua-la-hamiTambora memiliki areal lereng yang beragam. Di bagian barat lereng tambora mulai dari Desa katupa kecamatan Tambora kabupaten Bima sampai di Calabai Kecamatan Pekat kab. Dompu adalah lereng Hutan lebat. Di bagian timur lereng Tambora desa Piong, Desa Oi Saro Kecamatan Sanggar kabupaten Bima sampai  Hodo Kecamatan Kempo kabupaten Dompu adalah hutan stepa atau padang rumput. Di sekeliling gua La Hami terdapat padang rumput yang luas. Padang Rumput yang hijau ini dapat dinikmati keindahannya pada bulan January sampai pada bulan Juni. Dan padang rumput akan kekuning-kecoklatan pada bulan Juli sampai September dan bulan September sampai Desember padang rumput kadang dibakar karena masyarakat yang berburu dan pencari madu beralasan dengan membakar padang rumpur yang luas memudahkan merekan mendapatkan hewan buruan dan lebah madu.

Baca lebih lanjut

Mendaki Tambora Dari Sanggar

mendaki-tamboraLembaga Kearifan Lokal Indonesia mengadakan pendakian bersama gunung Tambora dengan menggunakan jalur baru yaitu jalur kec. Sanggar. Untuk sampai di puncak gunung Tambora baru dua titik pendakian yang diketahui oleh para pendaki yaitu jalur doro Ncanga dan Jalur pancasila. Lembaga Kearifan Lokal Indonesia membuka jalur pendakian baru lewat Kecamatan Sanggar tepatnya lewat Desa UPT Piong. Jalur ini dulunya digunakan oleh para pemburu lokal. Untuk mengefesiensi waktu pendaki bisa menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua dengan waktu tempuh 3 jam star dari jalan beraspal. untuk jenis kendaraan roda empat bisa menggunakan truk dan jeep sedangkan roda dua pada sa,at itu kami mencoba menggunakan motor jenis metic dan sukses sampai ke pos terakhir dengan ketinggian 2200 Mdpl tanpa ada hambatan. Setelah sampai di pos terakhir para pendaki bisa langsung melanjutkan pendakian lebih kurang 1 jam setengah untuk sampai di puncak Gunung Tambora dengan titik ketinggian 2850 Mdpl.

Baca lebih lanjut

Makna Sera Suba Bagi Masyarakat Bima

serasuba
Foto : Fahru Rizki 

Mungkin belum begitu banyak yang tahu kenapa tanah lapang yang berada di pusat Kota Bima atau di sebelah barat Museum Asi Mbojo ini dinamakan Sera Suba. Kebanyakan orang mengetahui bahwa lapangan itu bernama lapangan Merdeka Bima. Tapi latar belakang penamaan lapangan Merdeka pun mungkin juga belum banyak orang yang mengetahui. Berikut ini catatan ringan tentang Sera Suba yang senantiasa menjadi Saksi bisu pasang surut sejarah tanah Bima.

Baca lebih lanjut

Penghubung Mata Rantai Sejarah

asi1Anda ingin melihat benda-benda bersejarah serta tempat tinggal raja dan sultan Bima di masa lalu ? Nah, salah satu tempat yang akan memberikan informasi serta menambah wawasan anda tentang kerajaan dan kesultanan Bima adalah di Museum Asi Mbojo yang dulunya merupakan istana bagi raja dan sultan Bima. Bangunan ini  dikonstruksi dengan campuran gaya eropa dan  Bima pada tahun 1927 oleh Mr. Obzicshteer Rehata dibantu oleh Bumi Jero Istana (Pejabat Rumah Tangga Istana). Pembangunannya berlangsung selama tiga tahun dan dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat. Sumber pembiayaannya berasal dari anggaran belanja kesultanan dan uang pribadi sultan.

Baca lebih lanjut

Pulau Dalam Teluk

dsc_0234Di batas bibir samudera Hindia membentang sebuah teluk nan elok. Teluk itu berada di sebelah selatan tanah Bima. Teluk itu bernama teluk Waworada. Pulau-pulau kecil nan elok pun membentang seperti pengawal yang tetap setia menjaga keindahan ekosistimnya. Sedikitnya ada 6 pulau kecil di bentangan keindahan teluk Waworada. Pulau-pulau itu dalam bahasa Bima disebut Nisa. Ada 6 nisa yang ada di teluk waworada yaitu Nisa Mbea, nisa Dora, nisa Lampa Dana, nisa Sura, nisa Tengge dan nisa Malai.  Teluk Waworada berada di kecamatan Langgudu yang berjarak lebih kurang 80 KM dari kota Bima. Di teluk ini, ribuan masyarakat Langgudu dan sekitarnya menggantungkan hidup. Berbagai jenis ikan hidup disini memberikan kehidupan bagi mahluk di sekitarnya. Di gugusan pegunungan di selatan teluk ini terdapat beberapa kampung dan desa seperti Karampi, Soro Afu, Tamandaka dan lain-lain.

  Baca lebih lanjut