6 Zona Pariwisata Di Kabupaten Bima

dsc_1729
Pesona So Tengke Sanggar Bima

Saat menjadi Keynote Speaker pada acara Rapat Kerja Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017 di Hotel Grand Legi Mataram, Selasa 24/12017, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri memaparkan   sejumlah program dan arah kebijakan pembangunan kepariwisataan di kabupaten Bima. Dikatakannya, dalam jangka pendek Pemkab Bima saat ini sedang menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata, menata sarana dan prasarana wisata dan fasilitas pendukung lainnya, menciptakan layanan dan paket wisata yang profesional serta efektif melakukan promosi wisata.

Baca lebih lanjut

Mimpi Bencana Dan Kelahiran Ngaha Aina Ngoho

ebakuasi-banjir-bandang-bima
Foto : lensaindonesia

Apakah kita tidak merasa berdosa terhadap penderitaan generasi dan anak cucu kita yang akan datang akibat daripada kelalaian kita pada hari ini ? Apakah kita tidak beriba hati kelak “ di sana” mendengar berita mereka hidup dalam kehampaan dan merenangi kehidupan yang serba sulit akibat kita bermewah-mewah tanpa batas dengan rahmat tuhan pada hari ini ?

Baca lebih lanjut

Nuru, Mutiara Yang Hilang

nuruMutiara Mbojo yang mulai hilang saat ini adalah Nuru. Nuru atau Ngg’e Nuru sebagai tradisi turun temurun masyarakat Bima-Dompu mengandung pengertian sebagai bentuk pengabdian. Nuru merupakan satu kata yang memiliki dua pengertian. Pengertian Pertama adalah calon suami tinggal bersama di rumah calon mertua. Setelah pria sudah diterima lamarannya dan bila kedua belah pihak menghendaki, sang pria diperkenankan tinggal bersama calon mertua di rumah calon mertua. Selama ngge’e nuru, sang pria harus memperlihatkan sikap, tingkah laku dan tutur kata yang baik kepada calon mertuanya. Bila selama ngge’e nuru ini sang pria memperlihatkan sikap, tingkah laku dan tutur kata yang tidak sopan, malas dan sebagainya, atau tak pernah melakukan shalat, lamaran bisa dibatalkan secara sepihak oleh keluarga perempuan. Ini berarti ikatan sodi angi diantara dua remaja tadi putus.

Baca lebih lanjut

Ladang Jodoh

so-oi-naa2Pak Ismail pemilik ladang di So Oi Na’a di kawasan Ncai Kapenta Kota Bima menuturkan bahwa di sekitar kawasan ini dulu merupakan tempat persinggahan warga Bima yang menuju ke Wera dan demikian pula sebaliknya. Dulu, perjalanan ke Wera Timur ditempuh dalam satu minggu menggunakan kuda.. Kuda tersebut dilengkapi pelana besar karena memuat beban berupa padi dan perbekalan selama perjalanan. Kuda berpelana besar ini dikenal dengan istilah Jara Kapa Na e. Yang juga dapat mengangkut kaum wanita yang tidak kuat jalan.

Baca lebih lanjut

Masker Ala Wanita Bima

lo-i-moncaJauh sebelum ditemukan berbagai bahan kosmetik yang berfungsi sebagai masker pelindung wajah dan tubuh dari pengaruh sinar ultra violet matahari, wanita Bima telah menemukan ramuan tradisional yang dikenal dengan Lo’i Monca. Lo’i berarti obat. Sedangkan Monca berarti kuning. Khasiat ramuan Lo’i Monca diharapkan dapat menjadi masker pelindung dan sekaligus mempercantik diri atau agar wajah tetap kelihatan putih dan bersih.  Biasanya pemakaian Lo’i Monca dilakukan pada saat hendak ke ladang atau ke sawah pada musim tanam atau saat panen. Salah satunya adalah apa yang dilakukan Mariamah warga Jati Baru kecamatan Asa Kota Kota Bima ini yang hendak melaksanakan prosesi menanam padi atau yang mereka kenal dengan Sagele di kawasan lahan Ncai Kapenta pada Minggu, 11 Desember 2016.

Baca lebih lanjut

Salam Lestari Dari Makembo

salam-lestari-makemboMendokumentasikan dan meliput kesenian dan budaya adalah salah satu upaya menggali, mengangkat, memperkenalkan dan mempromosikan serta melestarikan kesenian dan budaya. Tanpa itu, kesenian dan budaya tidak akan pernah dikenang dan dikenal. Sejak awal terbentuk, Komunitas Budaya Makembo berpatner dengan Kosambo, Mecidana dan BJJ serta Armada Finance. Hasilnya, memang telah banyak melakukan pendokumentasian kesenian baik di kota maupun Kabupaten Bima. Kegiatan itu sama sekali berlatarbelakang kepedulian atas eksistensi kesenian dan kebudayaan Mbojo dan pendanaannya adalah murni swadaya Makembo dan patnernya serta para donatur . Selama kegiatan itu, Makembo tidak pernah melayangkan proposal ke Pemerintah.

Baca lebih lanjut

Persemaian Nilai Dalam Sagele

sagele-3Sagele adalah tradisi menanam masyarakat Bima dengan bersenandung dan diiringi alat musik. Penggunaan alat music ini bervariatif mulai dari Sarone atau Serunai, Silu atau sejenis alat music tiup khas Bima, Biola dan Gambo sejenis gambus ukuran kecil. Tradisi ini telah hidup dan berkembang di tanah Bima sejak berabad-abad silam. Kini, Tradisi Sagele masih tetap bertahan meskipun sudah mulai sedkit masyarakat yang melakukan sagele saat menanam padi, jagung, kacang dan palawija lainnya.

Baca lebih lanjut

sagele2Sagele telah didaftarkan Makembo sebagai salah satu Pranata Adat melalui Dinas Budpar Propinsi NTB tahun 2016. Tradisi menanam masyarakat Bima dengan bersenandung yang diiringi alat music Biola dan Gambo ini belakangan ini telah menarik perhatian public. Perlengkapan Sagele adalah Cu a, Tongkat kayu yang diruncingkan ujungnya, Bajo Dei atau kadudu dei dan busana Rimpu serta Tutupan kepala seperti sarau atau camping. Dulu setiap sagele menggunakan rimpu.Tapi sekarang sudah berbusana bebas dengan trening atau baju kaos lengan panjang.

Baca lebih lanjut

Balada Seniman Ladang

sagele1Arsyad dan Siti Maryam adalah seniman tradisi yang tidak terdaftar dalam sanggar seni manapun di kota Bima. Mereka adalah seniman Sagele yang hanya mendapatkan upah dari setiap acara sagele warga di lereng lereng perbukitan di pinggir kota Bima seperti di Jatibaru,ncai kapenta,Lelamase, Rite, Ndano Nae dan sekitarnya. Seniman tradisi memang tidak hanya berkecimpung di sanggar sanggar seni, namun masih banyak mereka yang berada di garis luar dan menjadi seniman freelance ketika musim tanam tiba.

Baca lebih lanjut

sisi-utara-teluk-bimaSisi utara teluk Bima memanjang sekitar 15 kilometer dari ujung utara kelurahan Melayu Kota Bima hingga kelurahan Kolo di ujung utara. Disini terbentang pantai-pantai dan teluk-teluk mungil yang indah mempesona. Ada empat teluk Mungil yang telah lama menjadi tempat persinggahan kapal-kapal nelayan dan para pedagang sejak dulu, yaitu teluk So Nggela, Toro Londe,  Bonto serta Kolo. Disamping itu, terdapat pantai-pantai yang indah seperti pantai Oi Ule, So Nggela, Bonto, serta Pantai pasir putih So Ati yang berada di ujung utara pantai Kolo.

Baca lebih lanjut