Mengintip Era Prasejarah Bima

16300-simbol-kunoMasa Pra Sejarah Bima dikenal dengan Zaman Naka. Keterangan tertulis tentang masa ini tidak ada. BO(Kitab Kuno Kerajaan Bima) hanya menceritakan bahwa sebelum masa Ncuhi, masyarakat Bima hidup dalam zaman Naka. Ciri kehidupan zaman ini hampir sama dengan ciri kehidupan zaman pra sejarah pada umumnya yaitu nomaden, food gathering, belum mengenal tulisan, belum mengenal pertanian dan peternakan dan menganut kepercayaan Makamba[1] Makimbi[2], sejenis dengan kepercayaan animisme dan dinamisme. Diperkirakan pendukung zaman naka adalah orang-orang Donggo yang merupakan penduduk Asli Bima atau juga mereka sudah terdesak ke timur seperti Flores, Sumba dan sekitarnya.

Lanjutkan membaca “Mengintip Era Prasejarah Bima”

Mengenal Pasukan Suba Kerajaan Bima

IMG_9420Secara harfiah Suba berarti tombak. Dalam BO Sangaji Kai Suba disebut Tentara. Dari tingkatannya, Suba dibagi dalam dua kategori yaitu Suba Na’e dan Suba To’i. Suba Na’e adalah bagian tentara yang mempunyai tugas atau tempat terhormat. Suba to’i adalah serdadu biasa( BO Sangaji Kai, 629). Suba Na’e yaitu prajurit-prajurit tangkas yang langsung dibawah komando Bumi Renda. Suba To’i bertugas sebagai caraka atau penyampai pesan dan teguran.

Lanjutkan membaca “Mengenal Pasukan Suba Kerajaan Bima”

Jejak Runtuhnya Maritim Bima

84504484_10206980148137692_3730667666285789184_oAbad XV menjadi momentum penting bagi perkembangan sejarah kerajaan Bima. Raja Manggampo Donggo dan Perdana Menteri Bilmana melakukan ekspansi wilayah ke Manggarai, Alor hingga Solor. Putera Bilmana La Mbila dan La Ara ditugaskan mengemban misi itu. La Mbila dan kekuatan Pabise(Angkatan laut Bima) berhasil menaklukan Manggarai, Alor hingga Solor. Nama La Mbila dan Pabise pun tenar dengan La Mbila Ma Kapiri Solor dan Pabise Ma Kapiri Solor( yang menguasi Solor).\

Lanjutkan membaca “Jejak Runtuhnya Maritim Bima”

Makna Hidup Pada Motif Bunga Satako

84329544_10206977575233371_8573765556254015488_o
Motif Bunga Satako Pada Lare-Lare Asi Mbojo 

Bunga Satako adalah Bunga Setangkai. Di lingkungan Asi Mbojo, kita temukan motif ini di Lare Lare dan Lawa Kala, di Asi Bou sebelah timur Asi Mbojo dan yang mencengangkan adalah motif bunga Satako pada Mahkota dan beberapa keris Tatarapang.

Lanjutkan membaca “Makna Hidup Pada Motif Bunga Satako”

Rinai Sebuah Perjalanan

asi mbojo 2Saya meniti karir sebagai Aparatur Sipil Negara di beberapa tempat. Pengangkatan pertama di Sekretariat DPRD kabupaten Bima dan dipercaya sebagai Ajudan Ketua DPRD. Sejak saat itu kecintaan saya terhadap sejarah dan Budaya mulai tumbuh.Ketua DPRD almarhun H.Malyk Ibrahim.SH adalah sosok seniman dan budayawan yang sangat gigih melestarikan nilai nilai budaya.

Lanjutkan membaca “Rinai Sebuah Perjalanan”