Tari Soka

22046888_1458521860899420_824197883108420378_nTarian Soka adalah tarian para kesatria. Tarian ini berasal dari desa Sari kecamatan Sape. Sultan Bima ke 2 Abdul Khair Sirajuddin(1640-1682) mengangkat tarian ini menjadi tarian resmi Istana Bima yang dinainkan oleh para Lasykar Kesultanan Bima. Secara turun temurun tarian soka dimainkan oleh keturunan penari Soka di desa Sari kecamaran Sape. Tarian Soka menjadi tarian pengiring dan pengawal di barisan depan setiap upacara di kesultanan Bima, salah satunya adalah Upacara Hanta UA Pua.

Baca lebih lanjut

Iklan

Terjemahan Surat Dari Manggarai

21150890_1485507914805468_266508473_nHijratun Nabi Shollallahu alaihi wasallam seribu seratus sembilan puluh delapan tahun 2 rajab hari jum’at Mengawali, Itulah duli yang dipertuan kita Sri Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah dhillullah fil alam dan paduka nanilah raja tureli Bolo bergelar perintah dalam bernama Muhyiddin dan paduka jeneli parado bergelar sahbandar bernama Abdul Mahmud dan paduka jeneli Bolo bernama Abdurrajak dan paduka jeneli Woha bernama Abdul Jalal akan bermufakat manalah dalam surat serta cap yang dipegang dalu rautu yaitu rangga kuneh dengan segala dalu2 yang lain2 karena sekarang ini Duli yang dipertuan kita membaharui dan memulai akan adat tanah Manggarai yang dikerjakan oleh segala dalu-dalu.

Baca lebih lanjut

Surat Dari Manggarai

21148256_1485507944805465_1396767431_nSenin pagi, (28/8/2017 ) warga Desa Lale kecamatan Welak kabupaten Manggarai Barat dihebohkan dengan penemuan beberapa helai naskah yang beraksara Arab Melayu di masjid desa Lale. Naskah itu disimpan oleh Imam masjid setempat. Naskah ini sebagaimana sering dikatakan oleh almarhumah Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin sebagai naskah BO yang tercecer di berbagai tempat yang dulu memang menjadi wilayah kekuasaaan kerajaan Bima. Saya mendapatkan foto naskah ini dari akun facebook Mikael Jecko Ithong, teman faecebook saya. Karena ada beberapa penggalan kalimat yang tidak saya pahami, maka sayapun meminta bantuan kepada Pak Syukri Abubakar untuk menterjamahkan.

Baca lebih lanjut

Perang Laut Di Utara Bima

21100917_10211827117808077_1801683399_nPengalaman Isuzu tidaklah sedikit mencicipi panasnya perang dunia ke dua. Setelah diluncurkan di Uraga Dock Tokyo pada tahun 1920, sebagai kapal jelajah ringan berkelas NAGARA ia berulang kali diterjunkan dalam berbagai misi diantaranya Guadacanal dan Hongkong. Pada tanggal 4 April 1945, Isuzu dikirim untuk mengangkut detasemen tentara Dai Nipon dari Kupang ke Pulau Sumbawa (Bima). Ia bergabung dalam konvoi bersama sejumlah arsenal laut tentara kekaisaran jepang yang terdiri dari kapal torpedo KARI and penyapu ranjau W-12 and W-34.

Baca lebih lanjut

Meja Peninggalan Raja Sanggar

19512267_10203553251187410_198493576_nMeja ini berada di kediaman Syafiun Maman 65 Tahun,pensiunan Penilik Kebudayaan dan kepala cabang Dinas Dikbud Kecamatan Sanggar, Menurut Ode, sapaan akrabnya, Meja ini adalah meja sultan Sanggar yang terakhir yang bernama Raja Abdullah. Meskipun sudah pecah dibagian pinggirnya, namun masih bisa dipasang kembali. Dari tulisan dibelakang meja marmer ini terlihat tuisan S.G.E, 8901 SOERABAJA PROD OF ITALY.

Baca lebih lanjut

Sarata Dan Karya Besar Sultan Ismail

19225691_10203516669152882_6764038813551471780_nSarata adalah nama kompleks pemukiman di tepi tleuk Bima di sebelah barat pasar Bima. Kompleks ini masuk dalam lingkungan kelurahan Paruga Kota Bima. Lain dulu lain sekarang.Pada eta hingga tahun 1990 kompleks Sarata adalah tambak tambak atau yang dikenal dengan Ombo. Tetapi sekarang kompleks tambak ini telah beubah fungsi menjadi hunian dan kompleks pemukiman. Sarata adalah salah satu karya dan kerja keras Sultan Ismail Muhammad Syah. Sultan Bima ke 10 yang memerintah tahun 1819 – 1854. Masa pemerintahan sultan ismail adalah masa yang teramat sulit bagi kerajaan Bima dan sekitarnya. Karena paska letusan dahsyat Tambora 1815, Bima mengalami keterpurukan ekonomi.

Baca lebih lanjut

Jejak-Jejak Pabise

19247792_10203512124519269_2236924555840897960_nMemandang teluk Bima angan pun melayang ke masa silam. Membayangkan jejak jejak kejayaan armada laut Bima yang dikenal dengan Pabise. Abad ke 15 menjadi momentum penting perluasan wilayah kerajaan Bima ke Manggarai dan sekitarnya hingga Solor Perluasan wilayah itu tidak terlepas dari kehebatan Pabise dan 2 putera Bilmana yaitu La Mbila dan La Ara. Berbekal Keris La Kalilo, La Mbila melakukan ekspedisi ke timur hingga menguasai Manggarai. La Mbila pun mendapat julukan Ma Kapiri solor atau yang menguasai Solor.

  Baca lebih lanjut

Jejak Tradisi Pembuatan Sarung Sangiang

18157475_10203287325939445_3022708551580206071_nMendampingi tim jejak petualang Trans 7 di beberapa tempat di Bima selama akhir pekan dan liburan kali ini, saya mendapat oleh oleh berharga untuk berbagi. Ya, sebuah pengalaman menarik sekaligus menantang tentang kekayaan khasanah budaya Mbojo yang masih banyak yang belum diekspose dalam balutan keindahan alam Dana Mbojo. Menyambangi kampung Sangiang darat, saya mendapatkan dua sarung yang usianya sudah tua dan bahannya murni dari kapas di pulau sangiang dan proses pembuatannya melewati 12 tahapan secara tradisional dengan alat yang sederhana dan pewarna alami yang dikenal dengan Ro o Dau.

Baca lebih lanjut

Nuru, Mutiara Yang Hilang

nuruMutiara Mbojo yang mulai hilang saat ini adalah Nuru. Nuru atau Ngg’e Nuru sebagai tradisi turun temurun masyarakat Bima-Dompu mengandung pengertian sebagai bentuk pengabdian. Nuru merupakan satu kata yang memiliki dua pengertian. Pengertian Pertama adalah calon suami tinggal bersama di rumah calon mertua. Setelah pria sudah diterima lamarannya dan bila kedua belah pihak menghendaki, sang pria diperkenankan tinggal bersama calon mertua di rumah calon mertua. Selama ngge’e nuru, sang pria harus memperlihatkan sikap, tingkah laku dan tutur kata yang baik kepada calon mertuanya. Bila selama ngge’e nuru ini sang pria memperlihatkan sikap, tingkah laku dan tutur kata yang tidak sopan, malas dan sebagainya, atau tak pernah melakukan shalat, lamaran bisa dibatalkan secara sepihak oleh keluarga perempuan. Ini berarti ikatan sodi angi diantara dua remaja tadi putus.

Baca lebih lanjut