Mengenal Bahasa Sambori

Sambori adalah nama sebuah Desa di kabupaten Bima NTB. Desa ini terletak di sebelah tenggara Kota Bima dengan jarak tempuh sekitar 1 jam perjalanan dari pusat Kota Bima. Menuju desa ini, kita akan menikmati jalan yang berkelok dan tanjakan serta jurang-jurang terjal. Tetapi ketika kita berada di mata menyapu seluruh sisi Bima dengan keindahan panoramanya.Lanjutkan membaca “Mengenal Bahasa Sambori”

Tari Soka

Tarian Soka adalah tarian para kesatria. Tarian ini berasal dari desa Sari kecamatan Sape. Sultan Bima ke 2 Abdul Khair Sirajuddin(1640-1682) mengangkat tarian ini menjadi tarian resmi Istana Bima yang dinainkan oleh para Lasykar Kesultanan Bima. Secara turun temurun tarian soka dimainkan oleh keturunan penari Soka di desa Sari kecamaran Sape. Tarian Soka menjadi tarianLanjutkan membaca “Tari Soka”

Terjemahan Surat Dari Manggarai

Hijratun Nabi Shollallahu alaihi wasallam seribu seratus sembilan puluh delapan tahun 2 rajab hari jum’at Mengawali, Itulah duli yang dipertuan kita Sri Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah dhillullah fil alam dan paduka nanilah raja tureli Bolo bergelar perintah dalam bernama Muhyiddin dan paduka jeneli parado bergelar sahbandar bernama Abdul Mahmud dan paduka jeneli Bolo bernamaLanjutkan membaca “Terjemahan Surat Dari Manggarai”

Surat Dari Manggarai

Senin pagi, (28/8/2017 ) warga Desa Lale kecamatan Welak kabupaten Manggarai Barat dihebohkan dengan penemuan beberapa helai naskah yang beraksara Arab Melayu di masjid desa Lale. Naskah itu disimpan oleh Imam masjid setempat. Naskah ini sebagaimana sering dikatakan oleh almarhumah Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin sebagai naskah BO yang tercecer di berbagai tempat yang dulu memangLanjutkan membaca “Surat Dari Manggarai”

Perang Laut Di Utara Bima

Pengalaman Isuzu tidaklah sedikit mencicipi panasnya perang dunia ke dua. Setelah diluncurkan di Uraga Dock Tokyo pada tahun 1920, sebagai kapal jelajah ringan berkelas NAGARA ia berulang kali diterjunkan dalam berbagai misi diantaranya Guadacanal dan Hongkong. Pada tanggal 4 April 1945, Isuzu dikirim untuk mengangkut detasemen tentara Dai Nipon dari Kupang ke Pulau Sumbawa (Bima).Lanjutkan membaca “Perang Laut Di Utara Bima”

Meja Peninggalan Raja Sanggar

Meja ini berada di kediaman Syafiun Maman 65 Tahun,pensiunan Penilik Kebudayaan dan kepala cabang Dinas Dikbud Kecamatan Sanggar, Menurut Ode, sapaan akrabnya, Meja ini adalah meja sultan Sanggar yang terakhir yang bernama Raja Abdullah. Meskipun sudah pecah dibagian pinggirnya, namun masih bisa dipasang kembali. Dari tulisan dibelakang meja marmer ini terlihat tuisan S.G.E, 8901 SOERABAJALanjutkan membaca “Meja Peninggalan Raja Sanggar”

Sarata Dan Karya Besar Sultan Ismail

Sarata adalah nama kompleks pemukiman di tepi tleuk Bima di sebelah barat pasar Bima. Kompleks ini masuk dalam lingkungan kelurahan Paruga Kota Bima. Lain dulu lain sekarang.Pada eta hingga tahun 1990 kompleks Sarata adalah tambak tambak atau yang dikenal dengan Ombo. Tetapi sekarang kompleks tambak ini telah beubah fungsi menjadi hunian dan kompleks pemukiman. SarataLanjutkan membaca “Sarata Dan Karya Besar Sultan Ismail”

Jejak-Jejak Pabise

Memandang teluk Bima angan pun melayang ke masa silam. Membayangkan jejak jejak kejayaan armada laut Bima yang dikenal dengan Pabise. Abad ke 15 menjadi momentum penting perluasan wilayah kerajaan Bima ke Manggarai dan sekitarnya hingga Solor Perluasan wilayah itu tidak terlepas dari kehebatan Pabise dan 2 putera Bilmana yaitu La Mbila dan La Ara. BerbekalLanjutkan membaca “Jejak-Jejak Pabise”

Jejak Tradisi Pembuatan Sarung Sangiang

Mendampingi tim jejak petualang Trans 7 di beberapa tempat di Bima selama akhir pekan dan liburan kali ini, saya mendapat oleh oleh berharga untuk berbagi. Ya, sebuah pengalaman menarik sekaligus menantang tentang kekayaan khasanah budaya Mbojo yang masih banyak yang belum diekspose dalam balutan keindahan alam Dana Mbojo. Menyambangi kampung Sangiang darat, saya mendapatkan duaLanjutkan membaca “Jejak Tradisi Pembuatan Sarung Sangiang”

Nuru, Mutiara Yang Hilang

Mutiara Mbojo yang mulai hilang saat ini adalah Nuru. Nuru atau Ngg’e Nuru sebagai tradisi turun temurun masyarakat Bima-Dompu mengandung pengertian sebagai bentuk pengabdian. Nuru merupakan satu kata yang memiliki dua pengertian. Pengertian Pertama adalah calon suami tinggal bersama di rumah calon mertua. Setelah pria sudah diterima lamarannya dan bila kedua belah pihak menghendaki, sangLanjutkan membaca “Nuru, Mutiara Yang Hilang”

Ladang Jodoh

Pak Ismail pemilik ladang di So Oi Na’a di kawasan Ncai Kapenta Kota Bima menuturkan bahwa di sekitar kawasan ini dulu merupakan tempat persinggahan warga Bima yang menuju ke Wera dan demikian pula sebaliknya. Dulu, perjalanan ke Wera Timur ditempuh dalam satu minggu menggunakan kuda.. Kuda tersebut dilengkapi pelana besar karena memuat beban berupa padiLanjutkan membaca “Ladang Jodoh”