Tio Wura Tradisi Ramadan Dan Syawal Di Bima

Tio berarti melihat. Wura berarti bulan. Dalam hal ini Tio Wura berarti mengamati bulan untuk menetapkan awal ramadan dan 1 syawal setiap tahunnya. Dulu sebelum ditemukan tekhologi canggih untuk menetapkan awal ramadan dan syawal, orang orang Bima pergi ke pegunungan Lambitu untuk mengamati bulan. Kesultanan Bima pun mengutus pejabat kerajaan dan ulama untuk mengamati bulan.Lanjutkan membaca “Tio Wura Tradisi Ramadan Dan Syawal Di Bima”

Ajaran Dua Belas

Selasa, 22 Dzulkaidah 1203 Hijriah atau bertepatan dengan 15 Agustus 1789, Sultan Bima Abdul Hamid Muhammadsyah mengeluarkan sebuah dekrit penetapan lambang kesultanan Bima yaitu garuda berkepala dua yang menoleh ke kiri dan ke kanan sebagai lambang keseteraan hukum adat dan hukum islam. Pada sayap kanan burung garuda memiliki 12 helai yang merupakan lambang hukum islam.Lanjutkan membaca “Ajaran Dua Belas”

Baeneba, Kue Super Manis Dari Bima-Dompu

Kue tradisional Bima-Dompu ini disebut Baeneba. Kadang disebut Baeba. Sampai saat ini saya belum menemukan arti baeneba. Menurut saya, kue ini adalah kue yang super manis dalam jajaran kue tradisional Bima Dompu. Dibutuhkan banyak gula dalam pembuatan Baeneba. Sedikitnya dibutuhkan 400 gram gula untuk pembuatannya. 150 gram gula merah untuk pembuatan adonan kue baeneba danLanjutkan membaca “Baeneba, Kue Super Manis Dari Bima-Dompu”

Prahara Kerajaan Bima Abad 17

Abad pertengahan adalah antara abad 16 dan 17. Abad ini juga dikenal dengan zaman penjelajahan samudera dan kontak orang orang Eropa mulai marak di Bumi Nusantara yang kaya rempah rempah. Mulai memasuki abad ke 17, utusan Steven Van Hagen melakukan kontak dengan kerajaan Bima dibawah Raja Salisi di pelabuhan Ncake ( sekarang Cenggu). Siapakah RajaLanjutkan membaca “Prahara Kerajaan Bima Abad 17”

Mngenang Rato Waro Bewi

Salah satu jabatan penting dalam lembaga Kerajaan/ Kesultanan Bima adalah Bumi Renda atau Rato Renda. Dalam BO Sangaji Kai, Bumi Renda adalah Panglima Perang Kerajaan Bima yang sekaligus merangkap sebagai jaksa Kerajaan.Bumi Renda membawahi tiga angkatan perang kerjaaan Bima yaitu Suba( Angkatan Darat), Jena Jara ( Pasukan Kavilary/ berkuda) dan Pabise ( Angkatan Laut KerajaanLanjutkan membaca “Mngenang Rato Waro Bewi”