MahasiswaUI Teliti Uma Lengge

19894622_10203636246942252_6140194400549769895_nBima kaya akan warisan seni arsitektur tradisional seperti Uma Lengge, Uma Panggung, serta bangunan berbentuk Nggusu Waru. Kekayaan itu harus terus dilestarikan sehingga akan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itu diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum Setda kabupaten Bima H. Makruf,SE.MM saat menerima Tim peneliti Uma Lengge dari ikatan mahasiswa Tehnik Arsitektur Universitas Inonesia pada Rabu, 12 Juli 2017 di ruang Rapat Bupati Bima.

Baca lebih lanjut

Sarata Dan Karya Besar Sultan Ismail

19225691_10203516669152882_6764038813551471780_nSarata adalah nama kompleks pemukiman di tepi tleuk Bima di sebelah barat pasar Bima. Kompleks ini masuk dalam lingkungan kelurahan Paruga Kota Bima. Lain dulu lain sekarang.Pada eta hingga tahun 1990 kompleks Sarata adalah tambak tambak atau yang dikenal dengan Ombo. Tetapi sekarang kompleks tambak ini telah beubah fungsi menjadi hunian dan kompleks pemukiman. Sarata adalah salah satu karya dan kerja keras Sultan Ismail Muhammad Syah. Sultan Bima ke 10 yang memerintah tahun 1819 – 1854. Masa pemerintahan sultan ismail adalah masa yang teramat sulit bagi kerajaan Bima dan sekitarnya. Karena paska letusan dahsyat Tambora 1815, Bima mengalami keterpurukan ekonomi.

Baca lebih lanjut

Berwisata Ke Dam Roka

50866331
Sumber Foto : Panoramio Photo

DAM Roka atau Bendungan Roka terletak di jalan lintas Tente – Sambori, Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, NTB. Seperti umumnya DAM, bendungan ini dibuat sebagai penampung debit air saat musim hujan dan menjadi cadangan air saat musim kemarau, atau istilahnya sebagai drainase yg selalu tergenang terus. Ada hektaran sawah yang mengandalkan pasokan air dari bendungan ini, terutama di musim kemarau.

Baca lebih lanjut

Pesta Adat Di Dam Roka

17103489_1403359366414376_3159938580261300773_nMinggu pagi, 5 Maret 2017, masyarakat di desa Roka kecamatan Belo Kabupaten Bima berbondong-bondong menuju Dam Roka untuk sebuah ritual adat yang telah berlangsung turun temurun. Mereka mengikuti kegiatan Doa “ Karanga Ro Karombu”. Kegiiatan ini biasanya dilakukan mejelang panen raya padi dimana tujuan utamanya adalah sebagai do’a tolak hama agar hasil padi sebelum dipanen dijauhkan dari hama wereng. Dalam bahasa Bima hama tersebut disebut Karanga dan karombu sejenis serangga yang memakan pucuk-pucuk padi yang sedang berbunga.

Baca lebih lanjut

Mimpi Bencana Dan Kelahiran Ngaha Aina Ngoho

ebakuasi-banjir-bandang-bima
Foto : lensaindonesia

Apakah kita tidak merasa berdosa terhadap penderitaan generasi dan anak cucu kita yang akan datang akibat daripada kelalaian kita pada hari ini ? Apakah kita tidak beriba hati kelak “ di sana” mendengar berita mereka hidup dalam kehampaan dan merenangi kehidupan yang serba sulit akibat kita bermewah-mewah tanpa batas dengan rahmat tuhan pada hari ini ?

Baca lebih lanjut

So Tengke Dan Tradisi Perburuan Rusa Kerajaan Sanggar

so-tengkePantai So Tengge adalah pesona tersembunyi di wilayah Sanggar. So dalam bahasa setempat adalah hamparan, baik hamparan savana, ladang, maupun bentangan pantai. Istilah So dikenal oleh masyaraka sebagai hamparan sawah, tegalan dan bahkan berbatasan dengan bibir pantai.Tengke adalah nama bentangan indah pantai pasir putih ini.  So Tengke membentang dari selatan ke utara di peisisr desa Boro dan berbatasan dengan desa Piong kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Bentangan indah ini mulai dari arah selatan di ujung So Loka hingga ke laut Flores.

Baca lebih lanjut

Tradisi Cafi Sari, Boru Dan Dore

boruSeiring perkembangan agama islam pada periode awal masuknya islam di Bima pada abad ke-17, dan perintah untuk melaksanakan Aqiqah, maka upacara dan tradisi Boru dan Dore mulai dilaksanakan. Sebelum upacara Boru dan Dore, maka terlebih dahulu dilaksanakan Cafi Sari yaitu membersihkan sari atau lantai setelah 7 hari melahirkan dikandung maksud usaha awal  dilakukan oleh orang tua  agar sang bayi selalu menjaga kebersihan lahir bathin termasuk kebersihan lingkungan.

Baca lebih lanjut

Makembo Data Pranata Adat Bima

14369855_10207532135001667_4862156163432700627_nBima atau yang juga dikenal dengan Dana Mbojo kaya akan pranata adat yang tersebar bak di Kota Bima, kabupaten Bima bahkan di Kabupaten Dompu. Pranata adat adalah  norma atau aturan mengenai suatu aktivitas masyarakat yang khusus. Norma/aturan dalam pranata berbentuk tertulis (undang-undang dasar, undang-undang yang berlaku, sanksi sesuai hukum resmi yang berlaku) dan tidak tertulis (hukum adat, kebiasaan yang berlaku, sanksinya ialah sanksi sosial/moral (misalkan dikucilkan)). Pranata bersifat mengikat dan relatif lama serta memiliki ciri-ciri tertentu yaitu simbol, nilai, aturan main, tujuan, kelengkapan, dan umur.

Baca lebih lanjut

Senandung Yang Hilang

sagele1Kekayaan Sastra Mbojo tersebar dari ujung Sape hingga Tambora, dari ujung Lere Parado hingga pulau Sangiang Wera. Karya sastra itu adalah kenangan indah peradaban di masa silam. Dalam setiap gerak kehidupan, orang Bima selalu menggunakan media seni khususnya senandung dan syair dalam menyampaikan pesan-pesan moral dan budi pekerti. Syair dan senandung adalah bagian dari peradaban Bima tempo dulu. Hal ini dibuktikan dengan ragam syair yang tersebar dalam berbagai bentuk.

Baca lebih lanjut