Membedah ” Kalembo Ade “

sabar-mudah-diucapkan-tapi-sulit-dilakukanKalembo Ade berasal dari dua kata yaitu kalembo dan Ade. Kata Kalembo sesungguhnya berasal dari kata Ka dan Lembo. Lembo berarti lapang dan luas. Sedangkan Ade adalah hati atau dada. Kata lembo, setelah mendapatkan imbuhan ‘Ka’ menjadi melapangkan atau membuat menjadi lapang. Imbuhan awal Ka pada beberapa kata Bahasa Mbojo sama dengan imbuhan Me dalam bahasa Indonesia.

Baca lebih lanjut

Iklan

Balada Seniman Ladang

sagele1Arsyad dan Siti Maryam adalah seniman tradisi yang tidak terdaftar dalam sanggar seni manapun di kota Bima. Mereka adalah seniman Sagele yang hanya mendapatkan upah dari setiap acara sagele warga di lereng lereng perbukitan di pinggir kota Bima seperti di Jatibaru,ncai kapenta,Lelamase, Rite, Ndano Nae dan sekitarnya. Seniman tradisi memang tidak hanya berkecimpung di sanggar sanggar seni, namun masih banyak mereka yang berada di garis luar dan menjadi seniman freelance ketika musim tanam tiba.

Baca lebih lanjut

Senandung Kore

dsc_1712Sebagai bekas kerajaan di sisi utara pulau Sumbawa, Sanggar atau yang juga dikenal dengan Kore memiliki warisan seni budaya dan tradisi yang hingga kini masih bertahan. Salah satunya adalah Sebandung Kore Atau Rawa Kore. Majelis Kebudayaan Mbojo bersama mecidana dan Birokrat Jalan Jalan telah berhasil mendokumentasikan 11 senandung Kore dalam rangka upaya pelestarian seni sastra tradisi yang hidup di wilayah ini. 11 senandung itu adalah Tija lante, Rangko, manu Taloko, Inje atau Raho Ura, Rawa Waro, e aule, O Bimbolo, Arugele Mee Mali, arugele, lopi penge dan Inde Ndua.

Baca lebih lanjut

Senandung Harap Dari Sambori

belalaeha-samboriMenurut sejarahwan dan budayawan Bima, Belaleha merupakan seni vocal yang tertua. Seni vocal ini berisikan doa dan pengharapan agar tanah dan negeri, keluarga dan  masyarakat senantiasa mendapat perlindungan dari Sang Khalik dan dijauhkan dari bencana. Secara umum alunan vocal Belaleha dilantunkan pada acara sunatan/khitanan dan acara pernikahan. Sehingga di kalangan masyarakat Sambori dikenal dengan Belaleha Suna ro Ndoso (Khitanan) dan Belaleha Nika Ro Neku(Pernikahan). Syair Belaleha berisi petuah, nasehat, pantun dan pujian  dan harapan kepada yang Maha Kuasa.

Baca lebih lanjut

Bisik Angin Pantai Lamere

lamere
Foto : My Passion.wordpress.com

Di batas bibir pantai Lamere tersua sebuah bisikan yang terus membahana menjadi alunan suara merdu dalam lentik jemari Ambo Tuo. Di tepi dermaga Lamere pria ini melantunkan Rawa Bugis perpaduan sastra Bima Bugis. Ambo Tuo adalah satu satunya pewaris seni tradisi Bugis di desa Lamere. Pria yang sudah berkepala lima ini sangat mahir memetik senar Gambo Bugis atau dalam bahasa Bima disebut dengan Gambo Na’e. Dengan sepuluh senar yang disusun per dua senar setiap sisinya, Ambo Tuo melantukan lagu Bugis berjudul toma toa mangureq ngureq atau orang-orang tua yang mencari daun muda.

Baca lebih lanjut

Mantra Penyembuh Dari Bajo Pulau

mantra-penyembuh-bajo-pulau
Bersama peneliti dari Kantor Bahasa NTB 

Rawa Waro adalah mantra penyembuh bagi anak-anak dan warga yang menderita penyakit semacam cacar air. Penyakit ini dianggap sebagai wadah dan bala yang datang di setiap kampung. Ada beberapa jenis penyakit seperti in yaitu ada yang bentuknya bintik-bintik kecil dan berwarna merah, ada juga yang berbentuk gumpalan sebesar butir jagung dan bernanah di dalamnya ada juga yang besar-besar seperti bisul. Penyakit ini diawali dengan demam tinggi dan beberapa hari kemudian keluarlah bintik – bintik tersebut.

Baca lebih lanjut

” Kande” Puisi Lama Bima Yang Sudah Punah

Kande adalah  Puisi sejenis syair yang digubah khusus untuk dinyanyikan dalam upacara Tuha Ro Lanti (Penobatan Dan Pelantikan) Sultan dan para pejabat tinggi kesultanan. Kande dimaksudkan untuk memohon kepada Allah, agar Sultan dalam menjalankan tugasnya selalu berpedoman kepada perintah Allah dan Rasul. Sehingga Dou Labo Dana (Rakyat Dan Negeri) dijauhkan dari bala bencana.

Baca lebih lanjut