Sosok Pelestari Senandung Donggo

aisyah2Aisyah,S.Pd, nama perempuan cantik asal Desa Rora kecamatan Donggo ini. Sejak kecil hingga saat ini masih tetap konsisten menggali dan melestarikan seni sastra dan tarian tradisional Donggo. Di Sanggar Wadu Tiunti SMKN 5 Kabupaten Bima, ia melatih para pelajar dan remaja sekitar untuk menekuni kesenian Donggo.Dari lentik suara merdunya, Aisyah masih sangat mahir mendendangkan senandung Sasero, Kalero, Ala Cece dan beberapa senandung dari Patu Mbojo.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tari Soka

22046888_1458521860899420_824197883108420378_nTarian Soka adalah tarian para kesatria. Tarian ini berasal dari desa Sari kecamatan Sape. Sultan Bima ke 2 Abdul Khair Sirajuddin(1640-1682) mengangkat tarian ini menjadi tarian resmi Istana Bima yang dinainkan oleh para Lasykar Kesultanan Bima. Secara turun temurun tarian soka dimainkan oleh keturunan penari Soka di desa Sari kecamaran Sape. Tarian Soka menjadi tarian pengiring dan pengawal di barisan depan setiap upacara di kesultanan Bima, salah satunya adalah Upacara Hanta UA Pua.

Baca lebih lanjut

Ragam Busana Adat Mbojo Di FKN XI Cirebon

fkn12Pada moment Festival Keraton Nusantara XI Cirebon yang digelar tanggal 15 -19 September 2017, Ragam Busana Adat Bima diperkenalkan. Kontingen kesultanan Bima mendapatkan urutan ke 46 dalam kirab prajurit Keraton Nusantara XI Cirebon 2017. Ada sebanyak 60 perwakilan Keraton Nusantara yang ambil bagian dalam Event ini. Ragam busana yang dikenakan dalam kirab yang mengambil star di depan SPBU kota Cirebon menuju istana kesepihan Cirebon dengan jarak 2 kilometer ini mendapatkan perhatian dari para penonton dan awak media.

Baca lebih lanjut

Terjemahan Surat Dari Manggarai

21150890_1485507914805468_266508473_nHijratun Nabi Shollallahu alaihi wasallam seribu seratus sembilan puluh delapan tahun 2 rajab hari jum’at Mengawali, Itulah duli yang dipertuan kita Sri Sultan Abdul Hamid Muhammad Syah dhillullah fil alam dan paduka nanilah raja tureli Bolo bergelar perintah dalam bernama Muhyiddin dan paduka jeneli parado bergelar sahbandar bernama Abdul Mahmud dan paduka jeneli Bolo bernama Abdurrajak dan paduka jeneli Woha bernama Abdul Jalal akan bermufakat manalah dalam surat serta cap yang dipegang dalu rautu yaitu rangga kuneh dengan segala dalu2 yang lain2 karena sekarang ini Duli yang dipertuan kita membaharui dan memulai akan adat tanah Manggarai yang dikerjakan oleh segala dalu-dalu.

Baca lebih lanjut

Surat Dari Manggarai

21148256_1485507944805465_1396767431_nSenin pagi, (28/8/2017 ) warga Desa Lale kecamatan Welak kabupaten Manggarai Barat dihebohkan dengan penemuan beberapa helai naskah yang beraksara Arab Melayu di masjid desa Lale. Naskah itu disimpan oleh Imam masjid setempat. Naskah ini sebagaimana sering dikatakan oleh almarhumah Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin sebagai naskah BO yang tercecer di berbagai tempat yang dulu memang menjadi wilayah kekuasaaan kerajaan Bima. Saya mendapatkan foto naskah ini dari akun facebook Mikael Jecko Ithong, teman faecebook saya. Karena ada beberapa penggalan kalimat yang tidak saya pahami, maka sayapun meminta bantuan kepada Pak Syukri Abubakar untuk menterjamahkan.

Baca lebih lanjut

Tutur Yang Masih Tersisa

21175370_10203828046497121_1806509764_nDana Mbojo sesungguhnya kaya akan tradisi tutur yang masih lestari dalam memori kolektif masyarakat. Salah satunya adalah  dialek yang kini masih tersisa di tengah masyarakat Kolo, Wawo, dan Kore. Penelitian pakar linguistik dan peneliti kantor Bahasa NTB menemukan bahwa Nggahi Mbojo terbagi dalam 4 dialek yaitu Kolo, Kore, Wawo dan Serasuba. Dialek adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi ini berbeda satu sama lain, tetapi masih banyak menunjukkan kemiripan sehingga belum pantas disebut bahasa yang berbeda. Oleh karena itu tidak mudah menetapkan dan memproklamasikan bahasa mandiri atau bahasa baru dari bahasa induknya.Jika perbedaannya mencapai lebih dari 80 porsen, maka dialek menjadi bahasa yang mandiri dari bahasa induknya, tetapi jika tidak mencapai 80 porsen, maka tetaplah menjadi dialek sebagai kekayaan khasanah sebuah bahasa.

Baca lebih lanjut

Perang Laut Di Utara Bima

21100917_10211827117808077_1801683399_nPengalaman Isuzu tidaklah sedikit mencicipi panasnya perang dunia ke dua. Setelah diluncurkan di Uraga Dock Tokyo pada tahun 1920, sebagai kapal jelajah ringan berkelas NAGARA ia berulang kali diterjunkan dalam berbagai misi diantaranya Guadacanal dan Hongkong. Pada tanggal 4 April 1945, Isuzu dikirim untuk mengangkut detasemen tentara Dai Nipon dari Kupang ke Pulau Sumbawa (Bima). Ia bergabung dalam konvoi bersama sejumlah arsenal laut tentara kekaisaran jepang yang terdiri dari kapal torpedo KARI and penyapu ranjau W-12 and W-34.

Baca lebih lanjut