Resep Kuliner Khas Bima

Buku ini diterbitkan pada tahun 2010 oleh Penerbit Mahani Persada Mataram. Kehadiran buku ini tentunya dihajatkan untuk memperkenalkan berbagai kuliner dan resep masakan tradisional Bima dan Dompu yang merupakan warisan leluhur masyarakat Bima. Disamping itu, buku ini mungkin juga dapat membantu para peminat kuliner dan ibu-ibu rumah tangga serta para pelajar untuk mencoba meramu danLanjutkan membaca “Resep Kuliner Khas Bima”

Asi Mbojo Penghubung Masa Lalu Dan Masa Kini

Penyusunan buku ini dihajatkan untuk memperkenalkan kepada generasi muda dan para pelajar tentang situs-situs sejarah di tanah Bima yang salah satunya adalah museum Asi Mbojo yang dulunya merupakan Istana kerajaan dan kesultanan Bima sebagai pusat pemerintahan, pengembangan seni budaya, penyiaran agama Islam dan pengadilan adat.

Kuda Nabi Dalam Syair Bima

Pada masa lalu, sastra lisan dalam bentuk Pantun atau Patu merupakan merupakan media yang efektif dalam rangka syiar islam. Pesan pesan dalam Alquran dan hadis diimplementasikan dalam jenis pantun yang disebut Patu Dali. Kata ” Dali” berasal dari dalil yaitu dalil dalam alquran dan hadis.Disamping Patu, dikenal pula syair dan ungkapan seperti Kabadu, kambata, Saribi,Lanjutkan membaca “Kuda Nabi Dalam Syair Bima”

Selamat Jalan Jeko

Jakariah atau Ato Jeko adalah maestro di bidang seni budaya Mbojo.Beliau mengabadikan hidup sebagai peniup Silu dan Sarone sepanjang hayatnya.Tidak terhitung sudah berapa event seni budaya yang melibatkan Ato Jeko di dalamnya.Bahkan Jeko sering mengikuti pentas seni di luar daerah, termasuk Festival Keraton Nusantara. Jeko sangat dekat dengan almarhum ibu Maryam Salahuddin. Saya dan kruLanjutkan membaca “Selamat Jalan Jeko”

Jejak Para Sultan Bima

Buku ini mengupas tentang jejak dan kiprah para sultan Bima mulai dari sultan pertama Abdul Kahir I hingga sultan Muhammad Salahuddin, sultan ke 14 ketika Kesultanan Bima bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Buku yang saya tulis dengan almarhum M. Hilir Ismail ini juga memuat jejak dan kiprah sultan Abdul Kahir II atau putera kahirLanjutkan membaca “Jejak Para Sultan Bima”

Sumur Cinta Sang Raja

Buku ini adalah karya kedua saya setelah novel Wadu Ntanda Rahi. Temba Kolo terbit pada tahun 2004 dan dicetak lagi pada tahun 2006 oleh Mahani Persada Mataram. Temba Kolo adalah monumen cinta Raja Bima pertama Indra Zamrut dengan puteri kayangan. Sumur “ Temba Kolo “ saat ini masih ada. Airnya masih mengalir meski di musimLanjutkan membaca “Sumur Cinta Sang Raja”