Pulau Dalam Teluk

dsc_0234Di batas bibir samudera Hindia membentang sebuah teluk nan elok. Teluk itu berada di sebelah selatan tanah Bima. Teluk itu bernama teluk Waworada. Pulau-pulau kecil nan elok pun membentang seperti pengawal yang tetap setia menjaga keindahan ekosistimnya. Sedikitnya ada 6 pulau kecil di bentangan keindahan teluk Waworada. Pulau-pulau itu dalam bahasa Bima disebut Nisa. Ada 6 nisa yang ada di teluk waworada yaitu Nisa Mbea, nisa Dora, nisa Lampa Dana, nisa Sura, nisa Tengge dan nisa Malai.  Teluk Waworada berada di kecamatan Langgudu yang berjarak lebih kurang 80 KM dari kota Bima. Di teluk ini, ribuan masyarakat Langgudu dan sekitarnya menggantungkan hidup. Berbagai jenis ikan hidup disini memberikan kehidupan bagi mahluk di sekitarnya. Di gugusan pegunungan di selatan teluk ini terdapat beberapa kampung dan desa seperti Karampi, Soro Afu, Tamandaka dan lain-lain.

  Baca lebih lanjut

Iklan

Sukseskan Festival Mbojo 2013

Sukseskan Festival Mbojo 2013

Peringatan Hari Jadi Bima ke 373 tahun 2013 ini berbeda dengan peringatan di tahun-tahun sebelumnya yang hanya dirayakan dengan pawai budaya dan upacara serta kegiatan seremonial lainnya. Tahun ini, peringatan yang menandai berdirinya kesultanan Bima pada 5 Juli 1640 itu akan dirangkaikan dengan berbagai event budaya yang dikemas dalam sebuah Festival Mbojo. Sesuai rencana kegiatan budaya itu akan dilaksanakan selama sepekan mulai tanggal 28 Juni hingga tanggal 5 Juli 2013.

Baca lebih lanjut

Asa Kota

Asa Kota

Inilah Asa Kota, laut sempit yang menjadi pintu masuk Teluk Bima. Asa Kota berarti Mulut Kota. Foto ini diambil dari tepi pantai di desa Kolo Bima-NTB. Tampak perahu-perahu nelayan dan bagang memenuhi Asa Kota ini. Memang dari kejauhan di tengah laut Flores, Teluk Bima tidak tampak. Tetapi ketika mendekat, tampaklah laut sempit yang menjadi pintu masuk ke Teluk Bima yang tenang dan damai.

Baca lebih lanjut

Perawan Yang Tak Terurus

Perawan Yang Tak Terurus

Sepanjang pesisir utara teluk Bima, membentang pantai-pantai indah serta teluk-teluk mungil mengikuti lekukan teluk Bima. Namun sayang, pantai ini bak perawan yang tak terurus. Sampai sejauh ini belum ada upaya dari Pemerintah Kota Bima untuk melakukan pemetaan, dan penetapan obyek-obyek pantai yang berpotensi menjadi resort wisata di sepanjang jalur Melayu Kolo ini. Padahal akses jalan sudah mulus. Lebih parah lagi, pantai-pantai dan teluk mungil itu telah diklaim dan dimiliki oleh warga terutama pengusaha. Inilah tantangan penataan obyek wisata di Bima. Pemerintah Daerah selalu terlambat mengambil kebijakan dan keputusan. Sehingga harga tanah semakin mahal karena para pemilik tanah sekitar pantai pasang tarif. Orang Bima sangat haus hiburan dan mendambakan resort wisata yang nyaman dan aman. Setiap hari libur dan hari minggu, tempat-tempat ini selalu dipadati pengunjung meski merasakan tidak nyaman, aman dan fasilitas publik yang belum ada. Jika ini terus berlanjut, maka perawan-perawan ini akan tetap tak terurus.

Keindahan Yang Tersembunyi

Keindahan Yang Tersembunyi

Ya, sebuah anugerah terindah dan tersembunyi ada di sisi selatan tanah Bima-NTB. Teluk Waworada yang membentang dari timur ke barat dengan segala potensinya adalah Maha Karya Sang Khalik tak tertandingi. Di Teluk ini, terdapat beberapa pulau mungil di tengahnya. Ada Nisa (Pulau) Bea, Nisa Sura, Nisa Dora, Dan Nisa Lampa Dana.Di seberang teluk ini ada beberapa desa seperti Karampi, Waduruka, Pusu, dan Sido.

Baca lebih lanjut

Ikan Terbang

Ikan Terbang

Sekumpulan ikan ini sudah lazim dilihat oleh masyarakat di sepanjang pesisir  Somandi Bima. Ikan sejenis tongkol ini sering melakukan aksi terbang dan bermain di antara deru ombak di sepanjang wilayah Sai hingga Sampungu di pesisir utara Bima. Perariran ini bisa dikatakan masih perawan dan jarang dikunjungi. Hanya orang-orang tertentu terutama pemancing yang mengetahui lokasi ini. Inilah kekayaan Bima yang perlu terus dijaga kelestariannya.