Hilangnya Tradisi Hijriah Dari Tanah Bima

hilangnya tradisi hijriahSultan Bima kedua Abdul Khair Sirajuddin (1640-1682) memerintahkan penulisan BO( Catatan Kuno Kerajaan Bima) dengan aksara Arab Melayu. Sejak saat itu naskah BO ditulis dengan bahasa Arab Melayu. Dalam setiap catatan wajib mencantumkan tarikh hijriah lengkap dengan hari dan waktu shalat atau waktu tertentu.

Lanjutkan membaca “Hilangnya Tradisi Hijriah Dari Tanah Bima”

Ilmu Bima

fitua1Dr. Adlin Sila dan beberapa peneliti lainnya menyebut bahwa orang orang dari luar Bima yang mempelajari islam di Bima dengan istilah ” Belajar Ilmu Bima”. Apakah sebenarnya ilmu Bima itu?. Ilmu Bima adalah sebaran ajaran tasawuf yang berkembang di era kesultanan Bima yang dijewantahkan dalam ilmu Fitua.

Lanjutkan membaca “Ilmu Bima”

Literasi Di Era 4.0

80848310_10206834076485992_3668738713233391616_o
Foto Bersama dengan pengurus Pustaka Desa Rato Kecamatan Lambu

Literasi sebenarnya lagu lama yang digaungkan kembali. Semangat literasi sesungguhnya telah digaungkan oleh leluhur masyarakat Bima sejak era kesultanan. Penulisan BO dan berbagai catatan tentang sejarah Bima adalah salah satu bukti bahwa di masa silam, leluhur masyarakat Bima adalah kaum literat. Keberadaan aksara Bima juga memberikan bukti bahwa literasi telah menjadi bagian dalam sendi peradaban di masa silam.

Lanjutkan membaca “Literasi Di Era 4.0”

Ekspedisi Gua Jepang

gua jepang 1Minggu pagi, 15 Desember 2019, saya bersama Komunitas Mbojo Itoe Boekoe melakukan ekspedisi Gua Jepang di kelurahan Jatibaru Timur Kota Bima.Gua Jepang atau yang disebut oleh masyarakat Bima dengan Karombo Nipo banyak tersebar di wilayah Bima, baik di Kota Bima maupun Kabupaten Bima. Uniknya, konsentrasi keberadaan gua gua buatan ini ada di kaki gunung Doro Mbari di wilayah Jati Baru Timur.

Lanjutkan membaca “Ekspedisi Gua Jepang”

Salonge Cila Dalam Falsafah Daha Taho

salonge cila 1Ada empat hal yang baik bagi masyarakat Bima atau yang dikenal dengan Upa Mbua Taho. Empat yang baik itu adalah Wei Taho atau istri yang baik, Uma Taho atau rumah yang baik, Daha Taho atau senjata yang baik dan Jara Taho atau kuda yang baik.Istilah Daha Taho juga sering disebut dengan Besi Taho.

Lanjutkan membaca “Salonge Cila Dalam Falsafah Daha Taho”

Percepatan Pembangunan Pariwisata Kota Bima

festival pantai lawataSaya mendapat kehormatan menjadi Tim Work percepatan Pembangunan Pariwisata Kota Bima melalui SK Walikota Bima. Rapat perdana tim dilaksanakan di Aula Walikota Bima pada Kamis siang, 12 Desember 2019.Tugas tim adalah merumuskan langkah langkah percepatan pembangunan Pariwisata Kota Bima kepada Walikota untuk ditindaklanjuti oleh Pemerintah Kota Bima. Pembangunan Pariwisata terlalu luas jika hanya dibebankan pada Dinas Pariwisata. Sektor yang seksi ini memang harus ditangani oleh liintas sektor terutama keterlibatan masyarakat di dalamnya. Kabupaten Banyuwangi telah menjadikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah sebagai Dinas Pariwisata.Pemkab Banyuwangi mewajibkan OPD terkait untuk menyelenggarakan program kegiatan yang menyentuh kepariwisataan.

Lanjutkan membaca “Percepatan Pembangunan Pariwisata Kota Bima”

Wisata Gua

karombo nipo
Karombo Nipo Di Gunung Belo Sebelah timur Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Bima

Ada yang menarik pemaparan dari Kadis Pariwisata Pemuda Dan Olahraga Kota Bima pada rapat perdana Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata kota Bima.Kedepan Pemkot Bima akan mengembangkan obyek wistata Gua. Di kota Bima memang banyak terdapat Gua peninggalan Perang Dunia Kedua. Masyarakat Bima menyebut dengan Karombo Nipo.

Lanjutkan membaca “Wisata Gua”