Berwisata Ke Dam Roka

50866331
Sumber Foto : Panoramio Photo

DAM Roka atau Bendungan Roka terletak di jalan lintas Tente – Sambori, Desa Roka, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, NTB. Seperti umumnya DAM, bendungan ini dibuat sebagai penampung debit air saat musim hujan dan menjadi cadangan air saat musim kemarau, atau istilahnya sebagai drainase yg selalu tergenang terus. Ada hektaran sawah yang mengandalkan pasokan air dari bendungan ini, terutama di musim kemarau.

Baca lebih lanjut

Membedah ” Kalembo Ade “

sabar-mudah-diucapkan-tapi-sulit-dilakukanKalembo Ade berasal dari dua kata yaitu kalembo dan Ade. Kata Kalembo sesungguhnya berasal dari kata Ka dan Lembo. Lembo berarti lapang dan luas. Sedangkan Ade adalah hati atau dada. Kata lembo, setelah mendapatkan imbuhan ‘Ka’ menjadi melapangkan atau membuat menjadi lapang. Imbuhan awal Ka pada beberapa kata Bahasa Mbojo sama dengan imbuhan Me dalam bahasa Indonesia.

Baca lebih lanjut

Gentan Tipar

17309084_10203134441397427_1671548743228649531_nDi celah acara pemakaman Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin Minggu siang 19 Maret 2017, saya menyempatkan berdiskusi dengan Sultan Sumbawa YM. DEWA MASMAWA SULTAN MUHAMMAD KAHARUDDIN IV dan kerabat kesultanan Sumbawa Pak Hasanuddin tentang hubungan kawin Mawin dan kedekatan antara kesultanan Sumbawa dan Bima. Hubungan kedua kerajaan ini memang sudah lama terjalin baik dari sisi politik,sosial dan budaya dan dipererat lagi dengan pernikahan. Daeng Ewan yang juga fasih berbahasa Bima ini berziarah ke makam SULTANAH SYAFIATUDDIN DAENG MASIKI di kompleks makam sultan Bima di sebelah barat Masjid Sultan Muhammad Salahuddin.

Siapakah Syafiatuddin?

Baca lebih lanjut

Pesta Adat Di Dam Roka

17103489_1403359366414376_3159938580261300773_nMinggu pagi, 5 Maret 2017, masyarakat di desa Roka kecamatan Belo Kabupaten Bima berbondong-bondong menuju Dam Roka untuk sebuah ritual adat yang telah berlangsung turun temurun. Mereka mengikuti kegiatan Doa “ Karanga Ro Karombu”. Kegiiatan ini biasanya dilakukan mejelang panen raya padi dimana tujuan utamanya adalah sebagai do’a tolak hama agar hasil padi sebelum dipanen dijauhkan dari hama wereng. Dalam bahasa Bima hama tersebut disebut Karanga dan karombu sejenis serangga yang memakan pucuk-pucuk padi yang sedang berbunga.

Baca lebih lanjut

6 Zona Pariwisata Di Kabupaten Bima

dsc_1729
Pesona So Tengke Sanggar Bima

Saat menjadi Keynote Speaker pada acara Rapat Kerja Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2017 di Hotel Grand Legi Mataram, Selasa 24/12017, Bupati Bima Hj. Indah Dhamayanti Putri memaparkan   sejumlah program dan arah kebijakan pembangunan kepariwisataan di kabupaten Bima. Dikatakannya, dalam jangka pendek Pemkab Bima saat ini sedang menyusun Rencana Induk Pengembangan Pariwisata, menata sarana dan prasarana wisata dan fasilitas pendukung lainnya, menciptakan layanan dan paket wisata yang profesional serta efektif melakukan promosi wisata.

Baca lebih lanjut

Mimpi Bencana Dan Kelahiran Ngaha Aina Ngoho

ebakuasi-banjir-bandang-bima
Foto : lensaindonesia

Apakah kita tidak merasa berdosa terhadap penderitaan generasi dan anak cucu kita yang akan datang akibat daripada kelalaian kita pada hari ini ? Apakah kita tidak beriba hati kelak “ di sana” mendengar berita mereka hidup dalam kehampaan dan merenangi kehidupan yang serba sulit akibat kita bermewah-mewah tanpa batas dengan rahmat tuhan pada hari ini ?

Baca lebih lanjut

Nuru, Mutiara Yang Hilang

nuruMutiara Mbojo yang mulai hilang saat ini adalah Nuru. Nuru atau Ngg’e Nuru sebagai tradisi turun temurun masyarakat Bima-Dompu mengandung pengertian sebagai bentuk pengabdian. Nuru merupakan satu kata yang memiliki dua pengertian. Pengertian Pertama adalah calon suami tinggal bersama di rumah calon mertua. Setelah pria sudah diterima lamarannya dan bila kedua belah pihak menghendaki, sang pria diperkenankan tinggal bersama calon mertua di rumah calon mertua. Selama ngge’e nuru, sang pria harus memperlihatkan sikap, tingkah laku dan tutur kata yang baik kepada calon mertuanya. Bila selama ngge’e nuru ini sang pria memperlihatkan sikap, tingkah laku dan tutur kata yang tidak sopan, malas dan sebagainya, atau tak pernah melakukan shalat, lamaran bisa dibatalkan secara sepihak oleh keluarga perempuan. Ini berarti ikatan sodi angi diantara dua remaja tadi putus.

Baca lebih lanjut

Ladang Jodoh

so-oi-naa2Pak Ismail pemilik ladang di So Oi Na’a di kawasan Ncai Kapenta Kota Bima menuturkan bahwa di sekitar kawasan ini dulu merupakan tempat persinggahan warga Bima yang menuju ke Wera dan demikian pula sebaliknya. Dulu, perjalanan ke Wera Timur ditempuh dalam satu minggu menggunakan kuda.. Kuda tersebut dilengkapi pelana besar karena memuat beban berupa padi dan perbekalan selama perjalanan. Kuda berpelana besar ini dikenal dengan istilah Jara Kapa Na e. Yang juga dapat mengangkut kaum wanita yang tidak kuat jalan.

Baca lebih lanjut

Masker Ala Wanita Bima

lo-i-moncaJauh sebelum ditemukan berbagai bahan kosmetik yang berfungsi sebagai masker pelindung wajah dan tubuh dari pengaruh sinar ultra violet matahari, wanita Bima telah menemukan ramuan tradisional yang dikenal dengan Lo’i Monca. Lo’i berarti obat. Sedangkan Monca berarti kuning. Khasiat ramuan Lo’i Monca diharapkan dapat menjadi masker pelindung dan sekaligus mempercantik diri atau agar wajah tetap kelihatan putih dan bersih.  Biasanya pemakaian Lo’i Monca dilakukan pada saat hendak ke ladang atau ke sawah pada musim tanam atau saat panen. Salah satunya adalah apa yang dilakukan Mariamah warga Jati Baru kecamatan Asa Kota Kota Bima ini yang hendak melaksanakan prosesi menanam padi atau yang mereka kenal dengan Sagele di kawasan lahan Ncai Kapenta pada Minggu, 11 Desember 2016.

Baca lebih lanjut