Surat Dari Manggarai

21148256_1485507944805465_1396767431_nSenin pagi, (28/8/2017 ) warga Desa Lale kecamatan Welak kabupaten Manggarai Barat dihebohkan dengan penemuan beberapa helai naskah yang beraksara Arab Melayu di masjid desa Lale. Naskah itu disimpan oleh Imam masjid setempat. Naskah ini sebagaimana sering dikatakan oleh almarhumah Dr.Hj. Siti Maryam Salahuddin sebagai naskah BO yang tercecer di berbagai tempat yang dulu memang menjadi wilayah kekuasaaan kerajaan Bima. Saya mendapatkan foto naskah ini dari akun facebook Mikael Jecko Ithong, teman faecebook saya. Karena ada beberapa penggalan kalimat yang tidak saya pahami, maka sayapun meminta bantuan kepada Pak Syukri Abubakar untuk menterjamahkan.

Baca lebih lanjut

Iklan

Tutur Yang Masih Tersisa

21175370_10203828046497121_1806509764_nDana Mbojo sesungguhnya kaya akan tradisi tutur yang masih lestari dalam memori kolektif masyarakat. Salah satunya adalah  dialek yang kini masih tersisa di tengah masyarakat Kolo, Wawo, dan Kore. Penelitian pakar linguistik dan peneliti kantor Bahasa NTB menemukan bahwa Nggahi Mbojo terbagi dalam 4 dialek yaitu Kolo, Kore, Wawo dan Serasuba. Dialek adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakai. Variasi ini berbeda satu sama lain, tetapi masih banyak menunjukkan kemiripan sehingga belum pantas disebut bahasa yang berbeda. Oleh karena itu tidak mudah menetapkan dan memproklamasikan bahasa mandiri atau bahasa baru dari bahasa induknya.Jika perbedaannya mencapai lebih dari 80 porsen, maka dialek menjadi bahasa yang mandiri dari bahasa induknya, tetapi jika tidak mencapai 80 porsen, maka tetaplah menjadi dialek sebagai kekayaan khasanah sebuah bahasa.

Baca lebih lanjut

Perang Laut Di Utara Bima

21100917_10211827117808077_1801683399_nPengalaman Isuzu tidaklah sedikit mencicipi panasnya perang dunia ke dua. Setelah diluncurkan di Uraga Dock Tokyo pada tahun 1920, sebagai kapal jelajah ringan berkelas NAGARA ia berulang kali diterjunkan dalam berbagai misi diantaranya Guadacanal dan Hongkong. Pada tanggal 4 April 1945, Isuzu dikirim untuk mengangkut detasemen tentara Dai Nipon dari Kupang ke Pulau Sumbawa (Bima). Ia bergabung dalam konvoi bersama sejumlah arsenal laut tentara kekaisaran jepang yang terdiri dari kapal torpedo KARI and penyapu ranjau W-12 and W-34.

Baca lebih lanjut

Potensi Olahan Garam Yodium Di Bima

Foto udara kawasan tambak ikan bandeng di Kecamatan Palibelo, Kabupaten Bima, NTB, Selasa (9/6).
Foto : beritadaerah.co.id

Produksi garam di Kabupaten Bima pertahun berkisar 152.739 ton dengan luas area 1.743.02 Ha yang tersebar di sejumlah wilayah yang merupakan sentra garam seperti di Kecamatan Bolo, Woha, Palibelo, Lambu dan Monta. Berawal dari pertanian di ladang-ladang garam secara tradisional, industri Garam di Kabupaten Bima terus berkembang hingga menjadikan garam sebagai salah satu komoditi unggulan Kabupaten Bima. Komoditi ini menjadi salah satu sektor industri yang memberi penghidupan bagi banyak masyarakat di sentra-sentra produksi, hal ini disebabkan oleh tingkat kebutuhan dan rangkaian kegiatan yang menyertai keberadaan garam.

Baca lebih lanjut

MahasiswaUI Teliti Uma Lengge

19894622_10203636246942252_6140194400549769895_nBima kaya akan warisan seni arsitektur tradisional seperti Uma Lengge, Uma Panggung, serta bangunan berbentuk Nggusu Waru. Kekayaan itu harus terus dilestarikan sehingga akan terus diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itu diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum Setda kabupaten Bima H. Makruf,SE.MM saat menerima Tim peneliti Uma Lengge dari ikatan mahasiswa Tehnik Arsitektur Universitas Inonesia pada Rabu, 12 Juli 2017 di ruang Rapat Bupati Bima.

Baca lebih lanjut

Ekskursi Uma Lengge

19732146_10203621624176692_7305632621434943326_nKeunikan desain arsitektur Uma Lengge mendapat perhatian dari Ikatan Mahasiswa Tehnik Arsitektur Universitas Indonesia untuk melakukan penelitian di tiga lokasi yaitu di Donggo,Wawo dan Sambori. Tim Advance Ekskursi, Raka dkk telah melakukan survey awal dan serangkaian koordinasi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bima untuk persiapan kedatangan Tim peneliti yang berjunlah 26 orang Pada tanggal 11 Juli 2017 dan pwnerimaan resmi oleh Bupati Bima pada tanggal 12 Juli 2017 yang selanjutnya akan menyebar di Wawo, Donggo dan Sambori.

Baca lebih lanjut

Meja Peninggalan Raja Sanggar

19512267_10203553251187410_198493576_nMeja ini berada di kediaman Syafiun Maman 65 Tahun,pensiunan Penilik Kebudayaan dan kepala cabang Dinas Dikbud Kecamatan Sanggar, Menurut Ode, sapaan akrabnya, Meja ini adalah meja sultan Sanggar yang terakhir yang bernama Raja Abdullah. Meskipun sudah pecah dibagian pinggirnya, namun masih bisa dipasang kembali. Dari tulisan dibelakang meja marmer ini terlihat tuisan S.G.E, 8901 SOERABAJA PROD OF ITALY.

Baca lebih lanjut

Sarata Dan Karya Besar Sultan Ismail

19225691_10203516669152882_6764038813551471780_nSarata adalah nama kompleks pemukiman di tepi tleuk Bima di sebelah barat pasar Bima. Kompleks ini masuk dalam lingkungan kelurahan Paruga Kota Bima. Lain dulu lain sekarang.Pada eta hingga tahun 1990 kompleks Sarata adalah tambak tambak atau yang dikenal dengan Ombo. Tetapi sekarang kompleks tambak ini telah beubah fungsi menjadi hunian dan kompleks pemukiman. Sarata adalah salah satu karya dan kerja keras Sultan Ismail Muhammad Syah. Sultan Bima ke 10 yang memerintah tahun 1819 – 1854. Masa pemerintahan sultan ismail adalah masa yang teramat sulit bagi kerajaan Bima dan sekitarnya. Karena paska letusan dahsyat Tambora 1815, Bima mengalami keterpurukan ekonomi.

Baca lebih lanjut