Pesona Pantai Kalaki

Pantai Kalaki adalah salah satu obyek wisata pantai yang berada di kawasan teluk Bima dengan memiliki keanekaragaman daya tarik antara lain pantai pasir putih, perairan laut yang tidak berombak besar, panorama alam pegunungan sekeliling yang menarik mendukung keberadaan obyek wisata tersebut.  Obyek wisata pantai Kalaki relevan sekali sebagai lokasi ajang berbagai kegiatan kepariwisataan Kabupaten BimaLanjutkan membaca “Pesona Pantai Kalaki”

Benteng Asakota Romantika Sejarah Yang Terlupakan

Karena tidak setuju terhadap isi perjanjian Bongaya, Sultan Abdul Khair Sirajuddin bersama Panglima perang Makassar Karaeng Popo meninggalkan Makassar dan membentuk kekuatan armada angkatan laut Bima. Bagi Abdul Khair sirajuddin mentaati perjanjian Bongaya sama dengan bunuh diri dan tunduk pada Kompeni.

Desa Di Tengah Laut

Inilah Desa Bajo Pulo kecamatan Sape Kabupaten Bima-NTB. Letak desa ini adalah di sebuah pulau kecil yang bernama Bajo.Dilihat dari bentuk rumah dan kebiasaan, bahasa yang terkadang dipakai, serta aktifitas kesehariannya penghuni desa ini adalah berasal dari orang-orang Bugis dan Makassar yang memang telah terkenal sebagai pelaut ulung sejak masa silam. Namun belum diketahui secaraLanjutkan membaca “Desa Di Tengah Laut”

Siapakah Para Ncuhi Itu ?

Bagi orang Bima, kata Ncuhi mungkin sering didengar. Ada yang mengidentikkan  Ncuhi dengan kepala Suku. Ada yang mendefinisikan dengan sosok yang sakti dan penuh kharisma. Dan ada pula yang menyamakannya dengan kepala desa(dulu gelarang). Semua definisi di atas adalah benar karena Ncuhi adalah seorang pemimpin dalam suatu masyarakat. Pada zaman dulu sebelum Bima memasuki masaLanjutkan membaca “Siapakah Para Ncuhi Itu ?”

Mata Air Pela Parado, Mata Air Masa Depan

Masa depan Dam Pela Parado bergantung pada kelestarian hutan di sekitarnya yang menyediakan air bagi pertahanan debit air di Dam tersebut. Sejak Dam Pela Parado difungsikan dan diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2006 telah mampu mengairi areal irigasi seluas 3,895 Ha yang meliputi kecamatan Monta, Woha, Belo dan Palibelo. Pela Parado jugaLanjutkan membaca “Mata Air Pela Parado, Mata Air Masa Depan”

Gunung Api Sangeang Dalam Kitab Negara Kertagama

Saya terkejut ketika membaca Buku Perjalanan Mahapatih Gajah Mada yang ditulis Prof. Muhammad Yamin. Di halaman 134 buku itu Muhammad Yamin mengutip isi Kitab Negara Kertagama yang monumental. Di sana tertera tentang route perjalanan Gajah Mada dari Dompo-Soromandi- Sangyang Api Bima. Penalaran saya langsung tertuju kepada kisah menghilangnya MahaPatih itu ketika menuju kearah timur untukLanjutkan membaca “Gunung Api Sangeang Dalam Kitab Negara Kertagama”

Kitab BO Yang Semakin Lapuk

Salah satu bukti tertulis pasang surut serta dinamika perjalanan sejarah Bima adalah Kitab BO. Keadaan Kitab sejarah tersebut kini menghawatirkan dan perlu langkah penyelematan dari semua pihak terhadap dokumen-dokumen penting yang merekam hitam putihnya sejarah Bima pada masa lalu. Jika ini tidak dilakukan, anak cucu kita akan kehilangan sesuatu yang berharga warisan leluhurnya. Mereka akanLanjutkan membaca “Kitab BO Yang Semakin Lapuk”

Perjanjian Bongaya Dan Serpihan Sejarah Yang Tak Terungkap

Bongaya pada masa lalu merupakan nama sebuah desa di Makassar yang kini menjadi nama sebuah kecamatan. Dinamakan Bongaya karena di wilayah tersebut banyak ditumbuhi bunga-bunga dan kondisi alamnya yang asri. Di Bongaya lah tempat berlangsungnya sebuah perjanjian yang moumental antara Pemerintah kolonial Belanda dengan Sultan Hasanuddin yang dijuluki “ Ayam Jantan Dari Timur. Perjanjian BongayaLanjutkan membaca “Perjanjian Bongaya Dan Serpihan Sejarah Yang Tak Terungkap”

Sera Suba Saksi Bisu Pasang Surut Sejarah Mbojo

Mungkin belum begitu banyak yang tahu kenapa tanah lapang yang berada di pusat Kota Bima atau di sebelah barat Museum Asi Mbojo ini dinamakan Sera Suba. Kebanyakan orang mengetahui bahwa lapangan itu bernama lapangan Merdeka Bima. Tapi latar belakang penamaan lapangan Merdeka pun mungkin juga belum banyak orang yang mengetahui. Berikut ini catatan ringan tentangLanjutkan membaca “Sera Suba Saksi Bisu Pasang Surut Sejarah Mbojo”