Saatnya Desa Pesisir Diberdayakan

(KM.Sarangge ) Data dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima menyebutkan bahwa 13 kecamatan dari 18 kecamatan di kabupaten Bima adalah kecamatan pesisir. Sedangkan 64 dari 191 desa adalah desa-desa pesisir. Menurut Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bima Ir. Hj. Nurma,  potensi / luas wilayah Kabupaten Bima sepanjang : 4.391,6 Kilometer persegi dimana jumlah pendudukLanjutkan membaca “Saatnya Desa Pesisir Diberdayakan”

Tradisi Sagele Dan Arugele

Kalau masyarakat Inge Ndai (Sambori, Kuta,Teta,Tarlawi, Kadi, Kaboro dan sekitarnya) menyebutnya dengan Arugele. Malah Arugele di wilayah ini tidak hanya identik dengan prosesi menanam, tapi juga berkaitan dengan upacara dan hajatan hidup dan kematian. Sehingga di wilayah ini dikenallah Arugele Ngguda, Arugele nika ro neku, arugele Suna Ra Ndoso, dan lain-lain.  Tapi bagi masyarakat diLanjutkan membaca “Tradisi Sagele Dan Arugele”

Senandung Hamparan Ladang

Tidak perlu berdandan dan berpakaian yang wah. Sederhana dan seadanya. Karena mereka akan tampil di hamparan ladang dan Huma uantuk mengiringi tradisi menanam masyarakat yang ada di lereng-lereng pegunungan di Bima yang dikenal dengan Sagele. Pagi hari, ketika mentari menyapa pagi dan burung-burung berkicau riang menyambut kehidupan. Warga di sekitar lereng gunung Ntobo dan NdanoLanjutkan membaca “Senandung Hamparan Ladang”

Makana Hidup Dalam Kiri Loko

Dalam tradisi Masyarakat Bima-Dompu juga dikenal adanya Upacara Nujuh Bulan atau dikenal dengan Kiri Loko atau Salam Loko. Upacara ini digelar saat kandungan seorang ibu yang baru pertama kali mengalami   hamil memasuki usia tujuh bulan.Upacara ini penuh dengan simbol dan makna. Karena upacara ini dihajatkan untuk menjaga agar sang ibu bersama calon bayi berada dalamLanjutkan membaca “Makana Hidup Dalam Kiri Loko”

Ruma Jai La Mangge

Secara tidak sengaja saya melintas di jalan dusun Bontoranu desa Rada Bolo-Bima beberapa waktu lalu dan menemukan kompleks Makam yang sudah dipagar dan ditetapkan menjadi situs Cagar Budaya. Hanya ada 4 nisan di makam ini dan di tengahnya terdapat makam dengan batu nisan yang agak tinggi dan lonjong. Penduduk sekitar meyakini bahwa makam yang beradaLanjutkan membaca “Ruma Jai La Mangge”

Gaya Dengan Pakaian Pengantin Adat Bima

(KM.Sarangge) Pingin nikah ? sekali-sekali ada baiknya bagi calon pengantin mencoba mengenakan  Pakaian pengantin Adat Bima. Secara umum, pakaian Pengantin Adat Bima memang mirip dengan pakaian adat pengantin Makassar. Tapi ada juga bedanya lho. Apa dan bagaimana she perlengkapan pakaian adat pengantin Bima ?. Pakaian pengantin Adat Bima merupakan salah satu perangkat pakaian adat untukLanjutkan membaca “Gaya Dengan Pakaian Pengantin Adat Bima”

Syair Kan-de

 Masa Kesultanan Bima tidak hanya menitipkan Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin, tapi juga menitipkan syair-syair keluguan masa silam dan sastra klasik yang bermakna dan mengandung filosofi hidup bagi masyarakat Bima. Salah satunya adalah syair dan alunan lagu Ka-nde yang sudah lama sekali tidak diperdengarkan oleh generasi kini. Kata-kata Kan-de adalah untaian penuh maknaLanjutkan membaca “Syair Kan-de”

Mengenal Para Ncuhi

Sebelum ada Kerajaan Bima (abad ke 14), jauh sebelumnya Dana Mbojo dipimpin oleh para Ncuhi sebagai penguasa wilayah (Kepala Kampung, Tuan Tanah, Orang Tua Adat dll.) yang terbagi menjadi 5 (lima) Ncuhi besar dan beberapa Ncuhi kecil. Sedangkan yang dituakan secara adat Dana Mbojo pada zaman itu adalah kelima Ncuhi besar tersebut yaitu Ncuhi ‘Dara,Lanjutkan membaca “Mengenal Para Ncuhi”

Sejarah Kesultanan Bima

Sultan Abdul Kahir diangkat sebagai sultan pertama pada tanggal 5 Juli 1620 M. Sebelumnya Sultan Abdul Kahir bernama asli La Ka’i, namun setelah Putra Mahkota La Ka’i bersama pengikutnya mengucapkan dua kalimat syahadat dihadapan para mubaliq sebagai gurunya di Sape. Sejak saat itu, putra mahkota La Ka’i berganti nama menjadi Abdul Kahir, sementara pengikut LaLanjutkan membaca “Sejarah Kesultanan Bima”

Pantai Pasir Putih Langgudu

Hamparan pantai berpasir putih seperti ini banyak dijumpai di sepanjang pesisir selatan tanah Bima. sepanjang pantai Wane, Rontu, Langgudu hingga ke desa Kangga kecamatan Langgudu terbentang pantai-pantai indah memesona. Belum satupun pantai ini disentuh dan ditata untuk sebuah resort wisata. Potensi yang di depan mata ini seperti terabaikan. Akankah pantai-pantai ini tetap seperti ini ?Lanjutkan membaca “Pantai Pasir Putih Langgudu”

Keunggulan Sarung Nggoli

Tembe Nggoli adalah sarung tenun tangan khas Bima, dibuat dari benang kapas (katun), dengan warna-warni yang cerah dan bermotif khas sarung tenun tangan.Keistimewaanya Tembe Nggoli antara lain, hangat, halus dan lembut, tidak mudah kusut dan warna cemerlang lebih lama. Saat ini, Tembe Nggoli sudah diproduksi dalam berbagai macam corak dan motif. Ada yang \’biasa\’ (untukLanjutkan membaca “Keunggulan Sarung Nggoli”