Menelisik Jejak Sang Bima

Untuk mengetahui pendirian kerajaan Bima dan perkembangannya  tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kerajaan hindu di Jawa pada Abad  VIII hingga runtuhnya Majapahit. Sejarahwan M. Hilir Ismail memprediksi, kerajaan Bima berdiri antara abad IX, Abad X dan Abad XI bersamaan dengan zaman kejayaan Erlangga diJawa Timur. Kerajaan-kerajaan hindu di Jawa yang berkembang saat itu adalah Medang,Lanjutkan membaca “Menelisik Jejak Sang Bima”

Mengintip Era Prasejarah Bima

Masa Pra Sejarah Bima dikenal dengan Zaman Naka. Keterangan tertulis tentang masa ini tidak ada. BO(Kitab Kuno Kerajaan Bima) hanya menceritakan bahwa sebelum masa Ncuhi, masyarakat Bima hidup dalam zaman Naka. Ciri kehidupan zaman ini hampir sama dengan ciri kehidupan zaman pra sejarah pada umumnya yaitu nomaden, food gathering, belum mengenal tulisan, belum mengenal pertanianLanjutkan membaca “Mengintip Era Prasejarah Bima”

Mengenal Pasukan Suba Kerajaan Bima

Secara harfiah Suba berarti tombak. Dalam BO Sangaji Kai Suba disebut Tentara. Dari tingkatannya, Suba dibagi dalam dua kategori yaitu Suba Na’e dan Suba To’i. Suba Na’e adalah bagian tentara yang mempunyai tugas atau tempat terhormat. Suba to’i adalah serdadu biasa( BO Sangaji Kai, 629). Suba Na’e yaitu prajurit-prajurit tangkas yang langsung dibawah komando BumiLanjutkan membaca “Mengenal Pasukan Suba Kerajaan Bima”

Jejak Runtuhnya Maritim Bima

Abad XV menjadi momentum penting bagi perkembangan sejarah kerajaan Bima. Raja Manggampo Donggo dan Perdana Menteri Bilmana melakukan ekspansi wilayah ke Manggarai, Alor hingga Solor. Putera Bilmana La Mbila dan La Ara ditugaskan mengemban misi itu. La Mbila dan kekuatan Pabise(Angkatan laut Bima) berhasil menaklukan Manggarai, Alor hingga Solor. Nama La Mbila dan Pabise punLanjutkan membaca “Jejak Runtuhnya Maritim Bima”