Ungkapan Kesetiaan Melalui Mpisi Dan Maka

mpisiPada masa lalu, atraksi ini disuguhkan sebagai ungkapan kesetiaan kepada Raja/sultan dalam membela tanah dan negeri. Disamping itu, Mpisi dan Maka juga digelar  untuk menyambut para pembesar negeri dan tamu desa. Mpisi adalah gerakan berputar-putar dengan mengacunkan keris terhunus sebagai symbol patriotism dan keperkasaan. Sedangkan Makka adalah atraksi dengan sedikit melompat sambil menghadap memberi hormat kepada para pembesar dan tamu desa.

Dua atraksi ini melambangkan kecintaan masyarakat terhadap Raja/Sultan. Namun pada perkembangannya dua atraksi ini juga menjadi lambang kesediaan masyarakat untuk menyambut para tamu dan melayaninya dengan baik, serta menyatakan bahwa mereka siap menjaga keamanan para tamu.

 

Syair Makka :

 

Tas Rumae………….                            

Huri Wa’ura Nto do               

Ra’a Waura mboho               

Wadu ma tapa, wadu dima mbi’a

 

Tas Rumae……

 

Artinya :

Wahai Junjunganku

Kulit sudah bocor

Darah sudah mengalir

Batu yang menahan, batu yang akan pecah

Wahai Junjunganku

 

Hingga saat ini Mpisi masih lestari di Donggo, Sambori, Tarlawi dan sekitarnya. Sedangkan Maka masih eksis juga di beberapa wilayah di Bima, termasuk dalam tradisi Istana Bima. Maka sering digelar untuk menyambut tamu. Maka juga sering digelar pada acara Hanta UA PUA, penobatan Jena Teke maupun Sultan Bima.

 

Penulis : Alan Malingi

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s