Menteri Kabinet Kerajaan Bima

asi potaKerajaan dan kesultanan Bima ditopang oleh tiga lembaga yaitu Sara Tua(legislatif), Sara Sara( eksekutif) dan Sara Hukum atau badan hukum sara( yudikatif). Tiga lembaga itu berada di bawah kekuasaan tertinggi yaitu Raja/ sultan.

Pada tulisan ini saya menguraikan khusus tentang keberadaan para menteri di kesultanan Bima yang dikenal dengan istilah TURELI. Kata Tureli berasal dari dua suku kata yaitu Turu dan Eli. Turu berarti menunjuk.Sedangkan Eli berarti Suara. Kata tureli merujuk pada seseorang yang melaksanakan perintah khusus dengan gaya bahasa yang elok dan membangkitkan semangat kepada yang mendengarkannya. Disamping itu, tureli menjalankan tugas khusus sesuai bidang tugas yang diembannya.

Tureli dibawah pimpinan langsung seorang Tureli Nggampo. Kata Nggampo berarti menghimpun menjadi satu. Tureli Nggampo adalah perdana menteri sebagai pelaksana lembaga Sara Sara( kadang ditulis syara)atau eksekutif. Tureli Nggampo juga disebut Ruma Bicara atau Wazir. Keberadaan majelis tureli yang dipimpin Tureli Nggampo dilambangkan dengan 7 helai sayap kiri garuda berkepala dua pada lambang kesultanan Bima.

Ada 6 orang Tureli di kesultanan Bima yaitu Tureli Bolo sebagai menteri Pertahanan,Keamanan dan Kelasykaran. Tureli Sakuru sebagai Menteri Perekonomian dan Pertanian. Tureli Woha sebagai Menteri Keuangan. Tureli Belo sebagai menteri komunikasi dan informatika merangkap menteri urusan kehakiman dan perhubungan( kesyahbandaran). Tureli Parado sebagai Menteri urusan Administrasi atau mensesneg merangkap Menpan RB. Tureli Donggo sebagai Menteri Luar Negeri dan Kerja Sama. Dalam tugasnya Tureli Donggo juga menangani masalah hukum, perundang undangan dan perjanjian dengan kerajaan kerajaan lainnya. Sebelum dilantik menjadi Sultan Bima ke 14 Sultan Muhanmad Salahuddin pernah memangku Jabatan sebagai Tureli Donggo sejak tahun 1908.

Disamping Tureli, terdapat Jabatan Jeneli( gubernur : sekarang identij denhan camat ) dan Bumi yang menjalankan tugas tugas khusus kerajaan seperti Bumi Parisi sebagai Juru Bicara kerajaan. Bumi Renda sebagai Panglima Perang dan sejumlah jabatan Bumi lainnya.

Di wilayah kekuasan Bima di mangggarai, diangkat seorang Na’ib ,seperti Na’ib di distrik Pota Dan Reo Manggarai. Untuk mendukung pelaksanaan tugas para Na’ib dibangun sebuah Istana seperti Asi Pota di distrik Pota Manggarai. Na’ib terakhir kesultanan Bima adalah M.Idris Djafar yang kemudian menjadi Bupati di Era Swaparaja Bima.

Bima, 7 Mei 2019

Sumber
1. Henry Chambert Loir dan Siti Maryam Salahuddin, BO Sangaji Kai

2. Abdullah Tayib.BA Sejarah Bima Dana Mbojo

3. Prof. Abdul Gani Abdullah, Peradilan Agama Di Kesultanan Bima( 1947-1957)

Foto : Naib sultan Bima dan pejabat kerajaan Bima di Asi Pota Manggarai. Sumber foto Mbojoklopedia.

Diterbitkan oleh Alan Malingi

Penulis dan Pemerhati Masalah Sosial Budaya Lahir di Bima, 20 April 1973. Kontak Person 08123734986-0811390858.Email :alanmalingi2@yahoo.com, alanmalingimalingi@gmail.com, facebook,WA,Twitter, Istagram Alan Malingi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s