Lare-Lare Asi Mbojo

lare-lareKompleks Asi Mbojo tidak bisa dilepaskan dengan dua buah pintu gerbang atau pintu masuk menuju Asi Mbojo. Pintu-pintu itu juga merupakan bangunan bersejarah dan memiliki fungsi satu sama lainnya. Pintu gerbang sebelah barat bernama Lare-Lare merupakan pintu resmi kesultanan yaitu tempat masuknya sultan, para pejabat kesultanan dan tamu-tamu sultan. Di bagian atasnya yaitu di loteng merupakan tempat untuk menyimpan Tambur “ Ranca Nae “ dan dua buah lonceng. Tambur Ranca Nae dibunyikan sebagai tanda  pemberitahuan adanya upacara kebesaran. Sedangkan kedua loncengnya dibunyikan untuk pemberitahuan adanya tanda bahaya.

Pintu gerbang sebelah timur disebut Lawa Kala atau Lawa Se yang merupakan pintu masuk bagi anggota Sara hukum dan ulama. Sedangkan pintu masuk bagi para keluarga Istana ada di belakang Asi  Mbojo bernama Lawa Weki. Lare-lare Asi Mbojo memiliki filosofi tersendiri bagi perjalanan panjang sejarah Bima. Lare-lare berbentuk segi delapan yang melambangkan delapan sendi kepemimpinan di tanah Bima yang disebut Nggusu Waru.

Ada delapan syarat yang dipenuhi sebagai pemimpin di tanah Bima yaitu Beriman dan Bertaqwa, berilmu pengetahuan, baik budi pekerti, menyatukan kata dan perbuatan, merakyat, kaya, berani karena benar dan dari keturunan yang baik. Segi delapan adalah makna sufistik dari delapan unsure alam yaitu tanah,air,api,angin, matahari, bulan, laut dan langit. (alan)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s