Tarian Pelapas Arwah

kalero2Tarian ini merupakan atraski tarian tertua di tanah Bima. Kalero merupakan tarian pelepasan arwah yang berawal dari tradisi masyarakat Donggo lama untuk menghormati dan melepas kepergian anggota keluarga, sahabat dan kerabatnya keharibaan Yang Maha Kuasa. Kalero adalah tarian dan nyanyian yang berisi ratapan, pujian, pengharapan dan penghormatan terhadap arwah. Hal ini dapat dilihat dari atribut yang dikenakan yang didominasi warna hitam, mulai dari sarung hingga baju. Gerakan melambai lambai dan berjingkak-jingkak sebagai wujud ekspresi pelepasan terhadap arwah. Karena mereka yakin, bahwa seseorang yang telah meninggal dunia masih tetap hidup, tapi di alam yang lain. Alam yang abadi dan penuh dengan kedamaian.

 

Masyarakat Donggo lama meyakini bahwa mereka yang telah meninggalkan tetap akan mengunjungi sanak keluarga dan kerabatnya yang masih hidup. Meskipun telah berada di alam lain, namun rohnya tetap senantiasa datang menemani yang hidup. Masyarakat Donggo lama mayakini tetap ada hubungan antara alam nyata dengan alam gaib.Kalero dipersembahkan tidak hanya melepas arwa, namun juga menghormati arwah yang telah pergi.


Tarian ini diiringi music kalero yang didukung oleh dua buah gendang kecil, gong dan sarone (Serunai). Akurasi pukulan dalam tarian ini adalah pukulan menghentak dan seakan terputus yang diiringi alunan serunai. Pada masa lalu, Kalero diiringi oleh nyanyian Kalero. Tapi pada saat sekarang, nyanyian itu sudah jarang diperdengarkan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s