Bukit-Bukit Kesetiaan

12540840_1140805335959545_5766729289622416238_nDunia telah mengenal kisah cinta sejati Romeo and Juliat, Taj Mahal dan sederet kisah yang mengabadikan cinta dan kesetiaan manusia. Keabadian cinta dan kesetiaan juga telah ditorehkan lewat legenda Wadu Ntanda Rahi di Dana Mbojo. Dalam drama kehidupan, cinta dan kesetiaan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan.Karena tidak akan mungkin kesetiaan lahir tanpa cinta, dan cinta pulalah yang mendorong kesetiaan itu menjadi monumental. Di Dana Mbojo, bukit sebagai bukti kesetiaan itu ada di berbagai wilayah. Wadu Ntanda Rahi atau Batu yang memandang dan mengenang suami yang telah pergi merantau adalah bukti bahwa wanita Bima masa lalu adalah figur-figur setia. Sebagaimana sikap hidup La Nggini dalam Novel Wadu Ntanda Rahi yang ditulis Alan Malingi. Diakhir hayatnya La Nggini mengabadikan hidup dan cintanya menjadi batu. “ Sebab cinta dan kesetiaan tak harus berkata-kata, dia diam,dingin,bisu seperti batu itu. “ demikian kata-kata terakhir ditorehkan dalam novel itu.

Bukit Wadu Ntanda Rahi atau bukit kesetiaan ditengarai ada di beberapa wilayah di Dana Mbojo. Di tengah kota Bima,tepatnya di bukit Bedi terdapat sebuah batu besar yang menghadap ke arah utara yang mirip seorang wanita. Menurut para tetua, ribuan tahun lalu teluk Bima memanjang sampai ke selatan dan timur tanah Bima. Taman Ria kota Bima saat ini ditengarai sebagai pelabuhan. Bukit itu adalah bukit penantian untuk mengenang kekasih yang telah pergi merantau demi cita-cita dan kehidupan.

Selain di tengah kota Bima, warga juga meyakini batu yang menyerupai seorang perempuan di kecamatan Langgudu,kecamatan Lambu,kecamatan Wera dan juga di kecamatan Belo. Batu-batu ini memang mirip sekali dengan patung manusia. Tentu bukan patung yang sengaja dipahat, tetapi entah karena proses alam, batu-batu tersebut mirip seorang perempuan yang sedang menggendong anaknya dan menghadap kea rah laut. Nah, dalam foto ini sebuah batu menyerupai seorang perempuan ditemukan di kecamatan Sanggar Kabupaten Bima. Batu ini menghadap kea rah teluk Sanggar.

Adanya bukit kesetian sebagai tempat penantian seseorang kepada kekasihnya adalah bukti bahwa pada masa lalu, kesetiaan itu menjadi pertaruhan cinta dan kehidupan wanita Mbojo. Bukit kesetiaan adalah sebuah pelajaran betapa pasangan hidup harus senantiasa menjaga cinta dan kesetiaan bersama pasangannya. Mendaki bukit kesetiaan adalah mendaki titian cinta dan mengarungi bahtera rumah tangga yang Sakinah, Mawaddah, Warrahmah dengan satu tekat Bismillahimajerah wa mursaha Inna Rabbi La Gafurur Rahim. Masihkah kesetiaan itu menjadi pegangan wanita masa kini ?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s