Maja Labo Dahu ” Pancasila ” Bangsa Mbojo

download (23)Maja Labo Dahu adalah pancasila dan dasar kehidupan bernegara bagi bangsa Mbojo selama berabad-abad lamanya. Maja Labo Dahu adalah kristalisasi nilai yang tumbuh dan bersemi dalam peradaban bangsa Mbojo sejak lama. Jauh sebelum Soekarno dan Founding Fathers negeri ini menyampaikan gagasan tentang Pancasila sebagai dasar negara Indonesia, di Dana Mbojo telah lahir konsepsi dasar bernegara yang dikenal dengan Maja Labo Dahu yang menjadi falsafah hidup,pandangan hidup dan juga pegangan hidup masyarakat Mbojo.

Maja Labo Dahu adalah tatanan nilai yang dibangun dari 5 sikap hidup Dou Mbojo yaitu Maja,Dahu, Su’u Sawa’u Sia Sawale, Nggahi Rawi Pahu dan Katoho mpara Weki sura Dou Ma Labo Dana.
Maja atau Malu adalah landasan keimanan untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar norma adat dan agama. Demikian pula Dahu atau takut hanya kepada Allah SWT. Dua nilai ini adalah manifestasi dari keimanan dan ketaqwaan sebagai bagian dari Ketuhanan Yang Maha Esa. Su’u Sawa’u Sia Sawale berarti menjunjung tinggi amanah yang dibebankan serta senantiasa bersifat jujur dalam bertindak sebagai manifestasi nilai kemanusiaan yang adil dan beradab. Nggahi Rawi Pahu adalah menyatukan kata dan perbuatan, bukan Nggahi Wari Pahu yang bermakna setelah berkata berpaling muka. Renta ba lera kapoda ma ade karawiba weki. Jika telah diikrarkan oleh lidah, dimantapkan oleh hati dan dikerjakan oleh raga. Falsafah ini mengandung unsur persatuan dan kesatuan dalam gerak kehidupan sebagai manifestasi kehidupan bermasyarakat. Hal itu diperkuat dengan Katohompara weki sura dou ma labo dana ( Tidak penting untuk diri sendiri dan kelompok, yang penting untuk rakyat,tanah dan negeri). Nilai ini berkaitan erat dengan nilai-nilai kerakyatan dan keadilan sosial.

Ada empat aspek yang dirangkum Maja Labo Dahu dalam proses sosialisasi khidupan masyarakat Mbojo. Pertama, manusia mengadakan interaksi dengan dirinya. Kedua, wujud kehidupan manusia dengan manusia lainnya, Ketiga, wujud kehidupan manusia dengan lingkungannya, dan ke empat, wujud kehidupan manusia dengan Tuhannya. (Anwar Hasnun, Prinsip Hidup Orang Bima, hal 82). Dalam diri manusia MBojo yang Maja Labo Dahu sesungguhnya tertanan nilai kejujuran,kesederhanaan,kerja keras dan keuletan. Karena di dalam dirinya tertananm aspek spiritual dan nilai moral untuk beramar ma’ruf nahi mungkar. Manusia sebagai bagian dari mahluk sosial tidak ada artinya tanpa manusia lainnya. Artinya, dia harus membangun hubungan (Hablumminannas) dengan manusia lainnya dan senantiasa menjalin kebersamaan. Kese Tahopu Dua Dua Tahopu Tolu ( Sendiri lebih baik dua orang,dua orang lebih baik tiga orang) yang memberi nilai bahwa kebersamaan itu adalah kekuatan dalam kehidupan ini. Kerusakan,pembakaran, kebiadaban dan kekerasan yang terjadi saat ini adalah karena Manusia Mbojo sudah tidak lagi bisa menjaga hubungan dengan lingkungan. Maka jangan heran jika lingkungan berbalik acuh dan menyerang kehidupan Manusia Mbojo seperti bencana, musibah dan kekerasan yang merajalela akhir-akhir ini.

H.Abdullah Tayib, BA(Sejarahwan Mbojo) mengemukakan, Maja Labo Dahu adalah pemandu kehidupan, bukan kehidupan yang memandu Maja Labo Dahu. Karena falsafah itu berakar dari Iman Dan Taqwa. Jika tidak dijalankan, akan berbahaya, dan jika dilaksanakan akan selamat.Hamka mengemukakan, bahwa spirit orang Bima adalah ketekunan,keuletan dan semangat menuntut ilmu(agama) yang tinggi. Maka Hamka mengemukakan ada dua prinsip pokok orang Bima yaitu menyekolahkan anak dan naik haji.

Modal orang Bima adalah tekad,kemauan, dan usaha. Antara Doa dan tetesan keringat membaur menjadi satu dalam diri orang-orang tua di Bima pada masa lalu. Malu bila anaknya tidak berpendidikan. Malu menelantarkan anak-anaknya, dan malu memberi makan dengan hasil yang haram. Oleh sebab itu, sejak usia dini anak-anak diantar ke guru ngaji dengan Oha Mina dan pisang untuk belajar Alqur’an dan Ngge’e Nuru( Mengabdi di rumah guru).

Jika ditelisik, Maja Labo Dahu mengandung nilai yang universal menyangkut tanggun jawab, melindungi dan mengayomi, tidak mementingkan diri sendiri dan kelompok, tidak rakus, keseimbangan hidup, satunya kata dan perbuatan serta mampu memimpin diri sendiri. Maja Labo Dahu adalah local wisdom yang sebenarnya adalah the Global Wisdom. Akankah tata nilai ini mampu bertahan dalam hidup Dou Mbojo ? atau akan terus tergerus oleh nilai-nilai dan peradaban impor ?

Maka rekomendasi penting untuk re vitalisasi nilai Maja Labo Dahu adalah pendidikan karakter Dou Mbojo melalui muatan lokal dengan local wisdom sejak usia dini, perkuat dan pertajam terus program pembumian Alqur;an dan Magrib Mengaji serta kebijakan dan strategi lainnya dalam proses sosialisasi nilai di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s