Tradisi Weha Nggahi

Prosesi ini tergolong langka dan cukup mengharukan. Secara harfiah, Weha berarti Ambil, Nggahi berarti Kata atau ucapan. Weha Nggahi berarti mengambil Kata. Tapi secara filosofis, Weha Nggahi dikandung maksud meminta ijin kepada orang tua yang dilakukan oleh seorang gadis yang ingin menikah. Prosesi ini biasa dialakukan pada detik-detik terakhir menjelang prosesi Akad Nikah.  Contohnya adalah yang dilakukan calon pengantin wanita bernama susanti ini kepada ayahandanya Sahlan yang berlangsung di kelurahan Sadia Kota Bima.

Setelah semua persiapan akad nikah dirampungkan dan calon pengantin wanita sudah dirias oleh Ina Ruka( Inang Pengasuh), penghulu/petugas pencatat nikah menghadirkan ayah bunda dari calon pengantin wanita ke Uma Ruka(Rumah Mahligai  tempat merias pengantin). Calon pengantin wanita duduk bersimpuh di depan ayahandanya dan mengucapkan kata-kata penuh syahdu.

“ Ama, Mboto-mboto kangampu, mada raho kasi ade labo bareka ita, kanika pu mada labo la Dahlan. “

(Ayahanda, saya datang bersumpuh dikakimu, ijinkan saya untuk menikah dengan Dahlan. )

Permintaan calon pengantin wanita itu kemudian dibalas oleh Sang Ayah.

“Iora Anae, nahu ma kanika nggomi labo la Dahlan.”

(Kalau begitu keinginanmu, akan aku nikahkan engkau dengan Dahlan)

Kemudian Calon Pengantin Wanita bersujud dan mencium tangan ayah dan bundanya. Di beberapa wilayah di Bima, prosesi ini kadang mengharukan. Tidak jarang orang-orang yang menyaksikan prosesi ini menitikan air mata keharuan. Weha Nggahi tentu bukan sekedar prosesi meminta ijin dan restu pada orang tua untuk menikah, tapi memiliki makna yang luas, bahwa pernikahan itu adalah perjalanan panjang penuh liku dan membutuhkan persiapan mental bagi yang melaluinya. Pernikahan itu adalah bahtera yang akan dijalani. Restu orang tua merupakan penuntun langkah bagi kedua pengantin dalam menjalani bahtera cinta dalam bingkai rumah tangga yang penuh dengan romantika kedepannya.

Iklan

2 thoughts on “Tradisi Weha Nggahi

  1. Sufrin Hayasin Kambera April 20, 2013 / 11:39 pm

    Bang bisa di jabarkan lebih luas lagi tentang weha nggahi..?? pada dialog antara anak dan ortu nya bang….. menarik di angkat bang…..

    • JELAJAH BIMA April 21, 2013 / 3:07 am

      oiya. lupa saya cantumkan kutipan dialognya.kadang cukupmengharukan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s