Mpa’a Ngge’e Dan Kali Amba

Mpa’a Ngge’e  terdiri dua kata, yaitu Mpa’a dan Ngge’e. Mpa’a berarti bermain, Ngge’e artinya “Tinggal”, dalam pengertian “Tempat Tinggal” dalam hal ini “Rumah”.Jadi Mpa’a Ngge’e adalah jenis dolanan yang meniru cara Ibu bersama Putri-putrinya dalam melakukan kegiatan sehari-hari seperti Mbako Ro Lowi (Memasak), atau sedang menyuguhkan hidangan untuk Orang tua dan keluarga. Sedangkan Kali Amba terdiri dari dua kata “Kali” dalam hal ini adalah “Bagai” atau ‘Seperti”, Amba berarti “Pasar”. Jadi Mpa’a Kali Amba berarti permainan yang bertemakan kegiatan jual beli seperti dipasar.

Mpa’a Ngge’e dominan dimainkan oleh sekelompok anak-anak putri, kehadiran anak laki-laki terbatas jumlahnya. Usia pemain antara 6-12 tahun. Biasanya permainan ini dilakukan pada waktu senggang, dikala anak-anak beristirahat. Berlangsung di halaman rumah atau diserambi rumah. Jumlah pemain sekitar 4-6 orang, kalau jumlah pemain terlalu banyak akan mengganggu jalannya permainan. Bagi yang tidak terpilih menjadi pemain, boleh membentuk kelompok bermain sendiri.

Mpa’a Ngge’e termasuk kesenian jenis Teater Anak. Anak-anak akan mengikuti kegiatan ibu dan anak-anak dalam kehidupan sehari-hari, melalui dialog dan mimik serta ekspresi yang sesuai dengan perannya. Ada yang berperan sebagai ibu, ada yang bermain sebagai anak. Pada umumnya tema yang dimainkan pada Mpa’a Ngge’e adalah mengenai peran ibu bersama anak-anak ketika memasak atau membersihkan rumah dan halaman. Dengan gaya khasnya, mereka mampu melakoni perannya dengan baik, tanpa dilatih sebelumnya.

Perlu dimaklumi bahwa Mpa’a Ngge’e tidak diiringi dengan pengiring, baik lagu maupun instrumen. Sampai kini Mpa’a Ngge’e masih digemari oleh anak-anak dari seluruh lapisan masyarakat baik yang ada di Kota maupun di Desa.Sama dengan pendukung dan jalannya permainan Mpa’a Ngge’e. Yang berbeda hanya tema atau isi cerita. Tema pada Mpa’a Kali Amba adalah tentang kegiatan atau kesibukan para ibu yang sedang berjual beli kebutuhan sehari-hari. Semua pemain berdialog disertai akting yang sesuai perannya. Seperti halnya Mpa’a Ngge’e, keberadaan Mpa’a Kali Amba, masih tetap dicintai dan disenangi oleh anak-anak. Permainan ini tidak diikuti oleh musik pengiring.(Permainan Rakyat Tradisional Bima-Dompu, m.hilir ismail & alan malingi)

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s