Masih Ingatkah Kita Dengan AE AE NA ?

Permainan Rakyat Tradisional Bima-Dompu AE AENA mungkin sudah hilang dari telinga generasinya. Permainan ini kini telah digeser berbagai jenis permainan dan game manca Negara yang saat ini menjamur di tanah air. Hingga tidak heran anak-anak dan generasi muda saat ini telah menjadi orang asing di tanahnya sendiri. Sebagai kenangan budaya, saya gambarkan permainan rakyat AE AE NA sebagai berikut :

 

 

Ae-aena merupakan perpaduan Seni Gerak (Tari), percakapan atau Dialog (Teater) diiringi lagu Ae-aena. Pada masa lalu,permainan ini lazim dimainkan anak-anak pada waktu istirahat seusai belajar atau bekerja membantu orang tua guna menghibur hati yang gundah. Dimainkan oleh anak-anak usia antara 7-12 tahun, terdiri dari anak perempuan dan laki-laki. Lazimnya dimainkan dihalaman rumah dikala bulan purnama seusai belajar mengaji dan shalat.

Ae-aena diangkat dari judul lagu”Ae-aena” yang mengiringi dolanan Ae-aena. Aena berarti Hasna, kata Na merupakan singkatan dari Jaenab, Nurjanah atau Hasnah (nama perempuan). Nama-nama tersebut biasa disapa dengan “Na”.

Diiringi Musik Vokal (Lagu) Ae-aena yang dinyanyikan secara bergilir oleh dua kelompok pelaku.

Ae-aena

Ae aena

Wati edamu sahe nahu ( Nggak lihat Kerbau Saya ?)

Ese tolo mpada rida ( Di atas Swah Mpoda Rida )

Kadondo ma da ( Di bawah pohon kedondong)

La hama wae ( La Hama Wae )

Matutu tero wei( Yang sering Memukul Istri )

Kacaina wei( Dikiri istri

Pala wunta wau( Padahal bunga-bunga berserahkan)

Mpa’a Rompije(Permainan) Ae-aena pada masa lalu sangat digemari anak-anak Mbojo (Bima-Dompu). Pada era Tahun 1970-an kecintaan anak pada Mpa’a Ae-aena mulai berkurang. Perlu inovasi dan kreativitas para pendidik untuk menjadikan permainan ini kembali digemari oleh anak-anak.  Peran Guru Mulok (Muatan Lokal) dalam pelestarian dan pengembangan Mpa’a Rompije Mbojo sangatlah menentukan. Kalau seandainya Guru Mulok berhasil memperkenalkan dan mengajarkan semua jenis Mpa’a Rompije, maka apresiasi anak terhadap dolanan Mbojo akan timbul dan berkembang seperti masa lalu.Semoga….!( Sumber : Permainan Rakyat Tradisional Bima- Dompu, M. Hilir Ismail & Alan Malingi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s