Yang Tersirat Dari Upacara Compo Sampari Dan compo Baju

Upacara compo Sampari atau pemasangan keris( memakaikan keris) kepada anak laki – laki yang akan di Suna Ro Ndoso. Dilakukan oleh seorang tokoh adat, diawali dengan pembacaan do’a disusul dengan membaca shalawat Nabi. Upacara ini digelar sebagai peringatan bahwa  sebagai anak laki – laki harus memiliki kekuatan dan keberanian yang dilambangkan dengan sampari ( keris).


Sedangkan Upacara compo baju yaitu upacara pemasangan baju kepada anak perempuan yang akan di saraso ro ndoso. Baju yang akan dipasang sebanyak 7 lembar baju poro(Baju pendek) yang dilakukan secara bergilir oleh para tokoh adat dari kaum ibu. Makna compo baju adalah merupakan peringatan bagi anak, kalau sudah di saraso berarti sudah dewasa. Sebab itu harus menutup aurat dengan rapi. Tujuh lembar baju  adalah tujuh simbol tahapan kehidupan yang dijalani manusia yaitu masa dalam kandungan, masa bayi, masa kanak – kanak, masa dewasa, masa tua, alam kubur dan alam baqa(akherat).

Setelah semua upacara adat selesai dilaksanakan, maka akan dilaksanakan acara inti, yaitu acara khitanan. Bagi anak laki – laki dilaksanakan sore hari, dihadiri oleh pejabat sara hukum ( Gelara dan Lebe= Gelarang dan Penghulu), para ulama, tokoh adat dan para sanak keluarga, dikhitan oleh “Guru Suna” (Guru Sunat) yaitu seorang tokoh adat yang ahli sunat. Seiring kemajuan tekhnologi, khitan dilakukan oleh petugas kesehatan atau dokter.

Saraso ( khitan) anak perempuan, akan dilaksanakan pagi hari dihadiri oleh para tokoh adat perempuabn bersama sanak saudara. Khitanan anak perempuan dilakukan oleh isteri lebe(Lebai) dan istri Galara ( Gelarang). Acara khitanan diiringi dengan irama musik genda (gendang) yang bertalu – talu untuk menambah semangat dan keberanian anak yang dikhitan. Setelah disunat, khusus bagi anak laki – lai harus melakukan atraksi Maka” yaitu meloncat – loncat dengan keris di tangan kanan, sambil mengucapkan ikrar siap sedia mengorbankan jiwa raga demi Rakyat, Negeri dan Agama yang dicintai. Diiringgi irama gendang yang bertalu – talu.(Sumber :  Rangkaian Upacara Adat Kelahiran Masyarakat Bima-Dompu Karya m. Hilir Ismail Dan Alan Malingi)

2 thoughts on “Yang Tersirat Dari Upacara Compo Sampari Dan compo Baju

  1. labarasi Januari 16, 2011 / 1:23 pm

    Assalamu alaikum.
    Wah.. jadi malu nih. saya kok kurang mempopulerkan budaya daerah.
    selamat pak dan teruslah memperkenalkan daerah kita tercinta di dunia yg tak kenal batas wilayah ini

  2. innobejep Januari 28, 2011 / 2:01 am

    Dzieki za ciekawy blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s