Edelweis Di Puncak Tambora

Puncak Tambora yang dingin menawarkan sejuta pesona dan kekaguman atas keindahan ciptaan Sang Khalik. Berdiri di tebing Kaldera seluas 6 kilometer mata menyapu keindahan Satonda dan pulau Moyo serta Gunung Rinjani yang Kokoh mengawal Pulau Lombok. Dari arah timur, mata terpukau dengan birunya laut flores serta hamparan pulau dan daratan di semenanjung Sumbawa.

Tambora yang mendunia meletus pada tahun 1815, menurut catatan Rafles dalam Bukunya The History Of Java tinggi Tambora sebelum letusan mencapai sekitar lebih dari 4 ribu meter. Namun setelah letusan, tinggi Tambora mencapai 2820 meter di atas permukaan laut. gunung Tambora yang eksotik sesungguhnya menyimpan catatan penting tentang peradaban masa lampau yang unik serta klenik. Ditemukannya berbagai artevak, bekas rumah, padi, perhiasan, kerangka manusia dan hewan dalam beberapa tahun terakhir menyingkap tabir peradaban yang telah tertimbun pasir sedalam 6 sampai 13 meter.

Disamping kekayaan itu, di lereng dan puncak Tambora juga tumbuh banyak sekali bunga Edelweis. Tanaman langka ini menjadi salah satu koleksi terpenting gunung Tambora disamping tanaman lainnya seperti Molucas Dua Banga, Kalango, serta berbagai jenis flora lainnya. Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. Bunga-bunganya sangat disukai oleh serangga, lebih dari 300 jenis serangga seperti kutu, tirip, kupu-kupu, lalat, tabuhan dan lebah terlihat mengunjunginya.
Edelweis atau Edelweis Jawa (Javanese edelweiss) juga dikenal sebagai Bunga Abadi yang mempunyai nama latin Anaphalis javanica, adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana di berbagai pegunungan tinggi Indonesia. Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian maksimal 8 m dengan batang mencapai sebesar kaki manusia walaupun umumnya tidak melebihi 1 m. Tumbuhan yang bunganya sering dianggap sebagai perlambang cinta, ketulusan, pengorbanan, dan keabadian ini sekarang dikategorikan sebagai tanaman langka.

Kekayaan yang dimiliki Tambora sudah selayaknya dijaga dan dirawat untuk kepentingan yang jauh lebih besar daripada sekedar ambisi dan keserakahan manusia mengeksplorasi alam dan sisa peninggalan Tambora. Dalam beberapa decade mamang hutan Tambora sudah banyak yang dijarah. Oleh karena itu dibutuhkan upaya sungguh-sungguh dari semua kalangan untuk mengamankan Tambora agar tetap eksotik dan terjaga dari generasi ke generasi. Termasuk Bunga Abadi Edelweis ini. ( Bahan Bacaan : Alamendah’s Blog, alanmalingi.wordpress.com )

Iklan

6 thoughts on “Edelweis Di Puncak Tambora

  1. Julimar Oktober 1, 2010 / 5:42 am

    Yud, terima kasih infonya….banyak yang menarik!

  2. Julimar Oktober 1, 2010 / 5:43 am

    Tterima kasih infonya….banyak yang menarik!

  3. mei farida Juli 5, 2011 / 1:25 pm

    sangat indah n menarik…

  4. mei farida Juli 5, 2011 / 1:27 pm

    buat lg dong foto pulau moyo dan satonda…

    • Romantika Bima Juli 18, 2011 / 9:43 am

      Insya allah saya akan usahakan. tp ga janji ya…~!

  5. wildan effendi Juli 29, 2011 / 5:51 am

    mohon info tentang tanaman yang lain di sekitar lereng tambora. adakah tanaman yang dimanfaatkan warga sekitar untuk pengobatan dan bagaimana sistem atau cara yang dilakukan warga sekitar. trima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s