Saronco Wua Parongge

Disamping daun, buah kelor juga bisa diramu menjadi sayur. Bagi masyarakat Bima, sayur buah kelor bisa dibuat sayur santan dengan daging Rusa, tulang Rusa maupun diramu dalam bentuk sayur asam yang dikenal dengan Saronco Wua Parongge. Dalam bahasa Jawa buah kelor disebut klentang. Buah kelor berbentuk segi tiga memanjang yang disebut klentang (Jawa). Sedang getahnya yang telah berubah warna menjadi coklat disebut blendok (Jawa).

Pengembangbiakannya dapat dengan cara stek.Buah kelor diketahui mengandung alkaloida morongiona yang bersifat merangsang pencernaan makanan. Buah kelor ini biasanya disayur asam sebagai sayur yang lezat bagi orang Bima.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat Saronco Wua Parongge antara lain : 8 batang buah kelor yang besar tapi tidak tua,1 ikat kangkung, 5 butir bemea (okra),6 butir bawang merah (potong-potong),1 buah tomat ukuran besar,2 liter air dan 1 gelas air asam darn 3 batang asam matang. Bumbu-bumbunya antara lain Garam secukupnya, gula seujung sendok teh dan penyedap rasa sedikit bila suka.

Cara membuatnya Siangi buah kelor dengan cara membuang kulitnya kemudian potong sepanjang 7 atau 8cm, kangkung dipotong-potong, okra dipotong-potong kira-kira 1-2cm (pisahkan), tomat dan bawang dipotong-potong. Rebus air hingga mendidih, masukkan buah kelor terlebih dahulu kemudian diikuti sayuran lainnya. Masukkan bawang merah, tomat dan air asam serta garam dan gula.  Dan masak terus hingaga matang jangan sampai terlalu matang karena buah kelor akan terpisah-pisah dan bamea akan terlalu berlendir (Sumber : www.bimacenter.com )

7 thoughts on “Saronco Wua Parongge

  1. BUNYAMIN Juni 3, 2010 / 11:10 pm

    sayur asem apalagi yang namanya wua parongge/buah kelor sangat saya gemari apalagi dimakan dengan ikan teri……he….he….

  2. rusmin Agustus 11, 2010 / 1:58 am

    sayur ini memang enak………. khas bima skali,

    tp kalo untuk hidangan buka puasa sebaiknya di hindari…..
    dikarenakan sayur saronco wua PARONGGE INI bnyak mengandung asam-asam yang kurang baik apa bila dimakan ketika kondisi perut dalm keadaan kosong (puasa)
    bisa berakibat pada asamnya lambung (maag) meningkat….
    tp d luar dr pada itu. silahkan di nikmati…. okew.

  3. Lestari Agustus 11, 2010 / 5:47 am

    Nacaru auku uta mbeca wua paronnge,,, au wali wara si ngonco nari na,,, heheheh…….

    Nawancuku nikmat na.
    Budayakan makanan khas BIMA.

  4. yudi Agustus 11, 2010 / 7:14 am

    enak bbanget wua paronggex, ada doco mbojox gak?

  5. hani incedolla Agustus 12, 2010 / 12:43 am

    Duh… enak bangat… puasa2 jadi ngiler hmm.., apalagi makannya ama purupela maju di goreng garing…, ga apa2 dimakan di bln puasa… malah menambah nafsu makan…ssipp…jd ingat kampung ….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s