Ladang Garam Ladang Harapan

Bima juga dikenal dengan daerah penghasil Garam berkualitas tinggi disamping daerah Pamekasan Madura.  Ribuan Hektar lahan Garam yang bergandengan dengan tambak-tambak bandeng adalah pemandangan yang menarik ketika kita melewati wilayah Kabupaten Bima mulai dari arah Sondosia hingga lewa Mori. Lahan-lahan ini sejak tahun 1950-an  sudah dimanfaatkan untuk usaha garam dan bandeng.

Tambak garam yang membentang sepanjang teluk Bima itu milik puluhan petani atau pengusaha. Menurut penuturan salah seorang petani Ahmad (65 thn), sebelum tahun 1950, lahan lahan tersebut telantar. Sementara sebagiannya dijadikan sawah tadah hujan.

Usaha garam di sekitar teluk Bima itu  meliputi dua kecamatan, yakni Bolo  dan Woha. Luas lahan garam sekitar 1.200 hektar dengan pemilik lahan sekitar 56 orang itu terdiri dari para pegawai negeri, warga sekitar  dan  juga pengusaha.Jumlah pekerja (buruh) di areal seluas 1.200 hektar itu sekitar 2.500 orang. Mereka adalah buruh kasar, datang dari sejumlah desa di Kabupaten Bima. Mereka mengumpulkan garam dari dalam petak, mengisi ke dalam karung, dan mengangkut ke jalan umum serta menaikkan ke truk pengangkut. Upah buruh garam berkisar Rp 900 hingga Rp 2.000 per karung garam. Dalam satu musim panen rata-rata para petani  bisa mendapatkan 120 ton garam kasar. Harga garam cenderung fluktuatif antara  Rp 7.000-Rp 8.000 per karung. Atau 1 ton menghasilkan Rp 7 juta-Rp 8 juta. Namun, pada sekitar bulan September-Oktober sempat turun sampai Rp 6.000 per karung (50 kilogram).

Melihat potensi garam tersebut, pada tahun 2009 Pemerintah Kabupaten Bima menjalin kerjasama dengan The Micrononutrient Initative, organisasi nirlaba yang berbasis di Otawa, Kanada, membantu mengiodisaso garam baku milik petani dengan gratis. Organisasi itu  diharapkan petani memanfaatkannya  secara maksimal. Karena jika sudah diiodinisasi, nilai jual dan harga garam  juga akan meningkat.  Disamping itu, Pemerintah Kabupaten Bima juga selektif menerbitkan ijin penjualan garam keluar daerah. Garam yang tidak mengandung yodium tidak bloeh dikirim sesuai amanat Peraturan Daerah (Perda) Propinsi NTB Nomor 3 Tahun 2006.    Produksi Garam Bima  memiliki kualitas tinggi, namun terbentur karena tidak mengandung yodium. Garam Bima sudah sejak lama dikenal di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Buton, dan NTT.(Sumber Brosur Ekonomi Setda Kab. Bima, Kompas.com dan Sumbawa News.com)

Iklan

One thought on “Ladang Garam Ladang Harapan

  1. aliem fahrie Agustus 18, 2012 / 2:07 pm

    saya aliem dari kaltim mau nanya, apa garam bisa di kirim ke luar kota

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s