Tambora Dirancang Jadi Kota Terpadu Mandiri

Ikhtiar Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Bima untuk memajukan kawasan Tambora tampaknya mulai terwujud. Upaya ini ditandai pencanangan gerakan penanggulangan pengangguran (GPP) dan Pencanangan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Labangka dan Tambora oleh Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI Muhaimin Iskandar  Nopember 2009 lalu.

Obsesi untuk merealisasikan KTM Tambora ini telah dimulai dengan penyusunan Master Plan oleh Pemerintah Daerah  dengan memilih  desa Kawinda To’i dan Oi Panihi sebagai  pusat pertumbuhan dimana pada tahap awal akan dibangun sarana jalan boulevard, tuko, kawasan produksi agro bisnis, dermaga, pasar dan fasilitas umum lainnya. Dengan adanya KTM Tambora ini, proses berkembangnya pemukiman transmigrasi yang biasanya memerlukan waktu 25-30 tahun bisa dipersingkat menjadi 10-15 tahun.

Realisasi pembangunan KTM kawasan transmigrasi Tambora, dirancang menjadi Pusat Pertumbuhan setelah melalui beberapa tahapan penting antara lain survei yang dilakukan Tim dari Pemerintah Pusat yang  diterjunkan ke kawasan Sanggar dan Tambora selama dua pekan. Berkaitan dengan obsesi ini, bulan Juli lalu, telah  dilakukan ekspose yang dihadiri langsung oleh Bupati Bima H. Ferry Zulkarnain, ST dan SKPD terkait. Ketua Tim Survei Ahmad Purnomo mengemukakan bahwa potensi kawasan Tambora cukup menjanjikan harapan bagi terbentuknya Kota Terpadu Mandiri.

Sebagai sebuah terobosan baru untuk  menekan tingkat pengangguran di Kabupaten Bima kawasan ini diharapkan akan berfungsi optimal dalam pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan yang mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan barang pertanian. Pemerintah daerah menyadari sepenuhnya, suatu kota tidak mungkin terwujud tanpa didukung kegiatan usaha/ ekonomi daerah belakangnya, demikian juga untuk menumbuhkan atau mewujudkan Kota Terpadu Mandiri (KTM) perlu didukung oleh kegiatan usaha transmigran yang berada di belakangnya. Oleh karena itu  KTM perlu melakukan pembangunan Wilayah Pengembangan Transmigrasi (WPT) sebagai pusat koleksi, pengolahan hasil, distribusi dan jasa dari unit pemukiman transmigrasi dan desa  desa sekitar dalam satu satuan ekonomi wilayah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s