Gantao Yang Mati Suri

Jenis atraksi ini berasal dari Sulawesi Selatan dengan nama asli Kuntao. Namun di Bima diberinama Gantao. Atraksi seni yang mirip pencak silat ini berkembang pesat sejak abad ke-16 Masehi. Karena pada saat itu hubungan antara kesultanan Bima dengan Gowa dan Makasar sangat erat. Atraksi ini dapat dikategorikan dalam seni Bela diri (Silat), dan dalam setiap gerakan selalu mengikuti alunan musik tradisional Bima (Gendang, Gong, Tawa-tawa dan Sarone).

Pada zaman dahulu setiap acara-acara di dalam lingkungan Istana, Kuntao selalu digelar dan menjadi ajang bertemunya para pendekar dari seluruh pelosok, hingga saat ini Kuntao masih tetap lestari ditengah-tengah masyarakat Bima dan selalu digelar pada acara sunatan maupun perkawinan).

Kini atraksi seni budaya ini seperti mati suri. Dia sebenarnya hidup dalam bayang-bayang keluguan dan keagungan masa silam bersama perangkat kesultanan Bima. Namun dia telah lama ditinggal pergi oleh para pendukungnya. Dia mati suri karena ketidakpedulian generasi penerusnya. Penabuh gendang dan peniup Sarone yang mulai udzur, generasi yang seba hedonis dan westernis adalah sebab yang tak terbantahkan dari mati surinya atraksi kesenian ini. Mudah-mudahan kesenian ini bisa diselamatkan dari mati suri dan dilestarikan sebagai bentuk penghargaan dan perhatian kita kepada budaya mbojo yang penuh romantika ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s