Sekilas Tentang Ama Hami

Pantai Ama Hami dan sekitarnya kini menjadi primadona setiap orang. Pantai yang berada di pintu masuk kota Bima itu kini terus dipoles dan diisi dengan berbagai macam aneka dagangan mulai dari makanan khas Bima hingga menu masakan nusantara lainnya. Ketika senja tiba, para pedangang makanan dan minuman mulai membuka dan menata aneka dagangannya.

Dan di saat yang bersamaan lalu lalang kendaraan mulai memadati jalan di sepanjang pantai itu. Tua muda dan terutama muda mudi sudah banyak yang nongkrong di pinggir-pinggir pantai dan di tarpal-tarpal sederhana yang disiapkan para pedangang. Semakin senja, geliat dan akifitas di Ama Hami semakin meningkat hingga memasuki dekapan malam. Menikmati suasana senja dan malam hari di Ama Hami adalah pilihan yang mengasyikkan bagi warga kota Bima. Apalagi menikmati malam purnama bersama semilir angin pantai yang lembut.

Kurun waktu lima tahun terakhir, pantai Ama Hami terus ditata. Taman-taman dibuat dan ditanami aneka bunga. Pantai direklamasi dan dibangun dermaga serta tempat-tempat duduk di sepanjang jalur Ama Hami hingga Lawata. Lampu-lampu jalan dipasang menghiasi sudut-sudut jalan di sepanjang Lawata, Ama Hami hingga memasuki Kota Bima. Ama Hami kini adalah salah satu icon kota Bima. Geliat usaha dan pesonanya mengundang rasa dan keinginan untuk berkunjung dan menikmati keindahan suasananya.

Ama Hami adalah nama salah seoarang Kepala Keluarga yang memang pernah tinggal di pinggir pantai itu sampai era tahun 70 an. Ada sekitar lebih dari 10 rumah panggung yang terdapat di pinggir pantai itu. Semuanya adalah keluarga Ama Hami mulai dari anak, menantu, serta cucu dan buyutnya. Pada masa Bupati Bima H. Oemar Harun, Bsc Ama Hami terus dibujuk untuk mengosongkan areal pantai itu dan diberikan fasilitas tanah di sekitar kelurahan Dara kota Bima. Awalnya ama Hami dan keluarganya menolak re-lokasi itu. Namun setelah beberapa kali dilakukan negosiasi oleh Pemerintah Daerah, Ama Hami pun menerima tawaran re-lokasi. Sejak saat itu Ama Hami pindah ke kampung Dara dan nama Ama Hami diabadikan untuk nama pantai di sepanjang Lawata hingga memasuki Kota Bima.

3 thoughts on “Sekilas Tentang Ama Hami

  1. rhakateza April 11, 2010 / 5:40 am

    Astaga,
    berapa puluh tahun saya di Bima, tetapi baru kali ini saya tahu asal usul nama “ama Hami”…

    Dan selama ini saya tidak pernah mencari tahu…

    Terima kasih om Alan

    • alanmalingi April 12, 2010 / 11:55 am

      sama2…. berikan dukugan, saran dan kritik untuk tulisan dan catatan saya. trims ya

  2. Adlin Sila Mei 2, 2012 / 3:41 pm

    Makasih bung Alan atas infonya. Sy pernah mewawancari mbak Fi’a, mantan anggota dewan dr fraksi Golkar. Katanya pantai Ama Hami dibuat agar bs menyerupai Pantai Losari di Makassar. Sbg org Makassar, sepintas memang mirip antara Ama Hami dan Losari, bedanya adalah, Ama Hami minim kuliner seperti bakso, segala macam panganan yg berbahan campuran es (es teler, es campur dsb), nasi goreng, atau sekalian meminjam kuliner Makassar di Losari seperti Pisang Epe (pisang bakar dan dipress lalu ditambah gula merah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s