Ketika Musim Garoso Tiba

Antara bulan Pebruari hingga April buah Garoso melimpah di kabupaten dan Kota Bima. Pada musim-musim seperti ini para pedagang Garoso berjejer untuk menjual Garoso di sepanjang jalan dari Desa Panda hingga memasuki kota Bima. Di pasar-pasar Bima pun bermunculan pedagang Garoso.

Ina Amnah salah seorang penjual Garoso yang ditemui di pinggir jalan di pantai Oi Niu mengemukakan, bahwa dirinya sebenarnya penjual ikan dan sayuran. Namun ketika Musim Garoso tiba ia dan anak-anaknya beralih profesi untuk sementara waktu dengan menjual Garoso baik yang berasal dari kebunnya maupun yang didapat dari pemilik kebun lainnya di sekitar Gunung Panda dan Oi Niu. “ Alhamdulillah nak, di musim Garoso ini adalah sedikit rejeki untuk uang sekolah anak-anak.” Ujarnya sambil melayani para pembeli yang biasanya ramai mengunjungi pinggir-pinggir pantai teluk bima di sore hari.

Ketika ditanya berapa yang laku tiap hari, sambil tesenyum Ina Amnah menjawab bahwa penghasilannya sehari dari menjual Garoso bisa mencapai 100 ribu rupiah terutama ketika hari minggu dan hari libur. Warga yang biasa berdatangan di tempat itu adalah warga Kabupaten dan Kota Bima, Dompu bahkan tamu-tamu  yang datang dari Mataram dan Jakarta.

Garoso adalah sejenis buah Srikaya termasuk pohon buah-buahan kecil yang tumbuh di tanah berbatu, kering, dan terkena cahaya matahari langsung. Tumbuhan yang asalnya dari Hindia Barat ini akan berbuah setelah berumur 3-5 tahun. Srikaya sering ditanam di pekarangan, dibudidayakan, atau tumbuh liar, dan bisa ditemukan sampai ketinggian 800 m dpi.

Perdu atau pohon kecil ini mempunyal tinggi 2-5 m, kulit pohon tipis berwarna keabu-abuan, getah kulitnya beracun. Daun bertangkai, kaku, ietaknya berseling. Helaian daun bentuk lonjong sampai jorong menyempit, ujung dan pangkai runcing, tepi rata, panjang 6-17 cm, lebar 2,5-7,5 cm, permukaan daun warnanya hijau, bagian bawah hijau kebiruan, sedikit berambut atau gundul. Bunga 2-4 kuntum (berhadapan), keluar dan ujung tangkai atau ketiak daun, warnanya hijau kuning. Buahnya buah semu, bentuk bola atau kerucut, permukaan berbenjol-benjol, warnanya hijau berserbuk putih, penampang 5-10 cm, jika masak, anak buah akan memisahkan diri satu dengan lainnya. Warnanya hijau kebiru-biruan. Daging buah berwarna putih, rasanya manis. Biji masak berwarna hitam mengkilap.

Ina Amnah dan ratusan orang yang berjualan di pinggir jalan di kota dan kabupaten Bima adalah bagian yang tidak terpisahkan ketika Musim Garoso tiba. Mereka adalah pedagang musiman yang memiliki profesi lain sebelum maupun setelah musim Garoso. Inilah romantika Bima yang tetap menjadi icon setiap tahun antara bulan Pebruari hingga April.

2 thoughts on “Ketika Musim Garoso Tiba

  1. alice pngen ..... Maret 30, 2010 / 8:14 am

    wew

    • alanmalingi April 12, 2010 / 11:56 am

      trims ya atas kunjungannya di blogkku

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s