Pulau Yang Dijadikan Mahar

Sejarah Bima memang penuh dengan romantika. Banyak peristiwa dan warna sejarah yang menyertai perjalanan panjangnya. Mempelajari dan menyimak perjalanannya tentu tidaklah cukup dengan membaca satu referensi saja. Karena Bima merupakan sebuah daerah bekas kerajaan dan kesultanan yang dipimpin oleh 16 orang raja dan 15 orang sultan. Wilayah kekuasaannya pun hingga merambah kepulauan Manggarai dan Solor di Nusa Tenggara Timur.

Mungkin selama perjalanan sejarah dunia ini, baru terjadi pernikahan yang teramat istimewa dimana sebuah pulau dijadikan Mahar dalam perkawinan. Itulah unik dan kleniknya sejarah Bima. Peristiwa ini terjadi pada abad ke-17 pada masa pemerintahan sultan Hasanuddin Ali Syah (1696-1731). Pada tanggal 5 April 1727 Sultan Hasanuddin mengawini puteranya yang bernama Alauddin Muhammad Syah dengan Puteri Sultan Gowa Sirajuddin yang bernama Karaeng Tana Senga Mamuncaragi Mahbubah. Inilah sebuah titian perjalanan cinta dua insan dari keluarga yang serumpun hingga pulau Manggarai dijadikan mahar dalam perkawinan.

Hal ini tentunya tidak terlepas dari pengaruh dan intrik adu domba dari Belanda yang tidak menginginkan hubungan Bima dengan Gowa harmonis. Penyerahan Manggarai sebagai mahar merupakan keputusan yang terpaksa dari Sultan Hasanuddin Ali Syah karena Belanda  yang menjadi perantara pernikahan itu. Dengan dijadikan Mahar itu, maka wilayah Manggarai secara otomatis menjadi wilayah kesultanan Gowa dan Belanda punya andil besar terhadap pulau itu.

Setelah Alauddin diangkat menjadi Sultan Bima menggantikan ayahnya, membantah bahwa Manggarai dijadikan Mahar. Dia sangat keberatan karena tidak ada dokumen resmi tentang penyerahan pulau Manggarai dari Mahar perkawinannya. Sejak saat itu hubungan Bima dengan Gowa menjadi tegang. Kesultanan Bima ingin tetap mempertahankan Tanah Manggarai. Mertua dan menantu terlibat perang dan Belanda bermain di antara keduanya.

Pasukan Gowa dikirim secara besar-besaran ke Manggarai. Kemudian Belanda menawarkan bantuan kepada Alauddin untuk membantu menghadapi Pasukan Gowa. Pertempuran di Manggarai terus berlanjut hingga masa pemerintahan Sultan Abdul Kadim. Lasykar Bima yang dibantu Belanda kembali menyerang pada tahun 1762. Penyerangan ini membuahkan hasil dan Manggarai kembali dikuasai. Namun apa yang terjadi, seperti pepatah kalah jadi abu menang menjadi arang. Meski pada perkembangan selanjutnya hubungan Bima-Gowa kembali mesra berkat silaturahmi dan ikatan keimanan antara dua kerajaan yang serumpun itu intens dilakukan. Hingga pada abad ke 19 Manggarai masih menjadi bagian dari wilayah kesultanan Bima dan kekuasaan itu berakhir setelah terbentuknya daerah-daerah Swapraja sesuai tuntutan proklamasi NKRI.(Sumber : Peran Kesultanan Bima Dalam Perjalanan Sejarah Nusantara, M. Hilir Ismail)

8 thoughts on “Pulau Yang Dijadikan Mahar

  1. dhara samawa Maret 17, 2010 / 8:29 am

    mau kalo maharnya sebuah pulau🙂

  2. Uly Hasnun Maret 4, 2011 / 5:50 am

    Salut akan semua tulisan tentang sejarah bima yang ternyata banyak yang belum kita ketahui,,apalagi org awam seperti saya sgt kurang referensi ttg dana mbojo..moga makin banyak tulisan seperti ini yang akan membawa budaya Dana Mbojo ke ranah internasional.salam

  3. nuri Maret 4, 2011 / 6:39 am

    waaaaah blom lahir sy ne paman pas masa ini…. ^_^

    • Romantika Bima Maret 6, 2011 / 12:28 am

      tunggu aja deh episode nya. tp sebenarnya Londo Iha di Bima cukup berat. dalam pandangan masyarakat Bima londo iha berarti perang.

  4. cahyaharis Juli 4, 2011 / 7:32 am

    edhe…..caru cerita om……ternyata mboto sejarah bojo ke……..hidupkan kembali sejarah rasa ndai….rasa mbojo……….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s