Desa Tradisional Sambori

Belum ada pihak yang mengetahui, kapan desa tradisional Sambori terbentuk. Namun menurut beberapa sumber, bahwa penduduk asli Bima berasal dari wilayah Sambori dan Donggo yang pada zaman dulu dikenal dengan sebutan Dou Donggo Ele dan Dou Donggo Di (Dou berarti Orang. Donggo nama salah satu wilayah kecamatan yang terletak di sebelah barat teluk Bima, Ele berarti timur, sedangkan di berarti Barat.)

Keaslian dan keramah tamahan penduduk senantiasa menyapa anda bila berkunjung di tempat ini. Di Wawo terdapat sebuah kompleks yang terletak di perbukitan desa Maria kecamatan Wawo yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Bima sebagai obyek wisata. Nama kompleks ini dikenal dengan kompleks Uma Lengge tempat penyimpanan padi maupun hasil panen warga.
Kompleks Uma Lengge ini sudah ada sejak ribuan tahun lalu, dimana masyarakat setempat menyimpan hasil panen mereka secara bersama-sama di tempat ini. Di kompleks ini, anda juga dapat menyaksikan sebuah atraksi kesenian yang menarik yaitu atraksi Adu Kepala atau yang dalam bahasa Bima disebut Ntumbu. Diiringi alunan musik tradisonal Bima, dua orang lelaki memulai aksi adu kepala. Dan anehnya tidak satupun dari mereka yang merasakan sakit atau terluka. Karena sebelum atraksi ini dilaksanakan, ada seorang pawing yang secara turun temurun mengisikan mantra-mantra untuk mereka.
Sementara itu, Desa Sambori adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Lambitu. Di sebuah gugusan pegunungan yang terletak di sebelah tenggara kota Bima. Desa Sambori dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat dengan jarak tempuh sekitar 50 menit perjalanan. Masyarakat di desa ini masih mempertahankan tradisi lama dan didukung pula oleh kondisi alamnya yang masih asri. Pada abad ke 16 hingga abad ke-17 desa Sambori dan sekitarnya merupakan pusat dakwah Islam. Sehingga di tempat ini juga terdapat sisa-sisa sebuah masjid tertua yang pernah didirikan oleh Sultan Bima Pertama, Sultan Abdul Kahir bersama para mubaliq dari tanah Gowa, Makassar, Bone dan Tallo.

4 thoughts on “Desa Tradisional Sambori

  1. Tafi La Qumal Juni 5, 2010 / 9:06 am

    punya literatur lebih detail ttg lengge bang?”
    terimakasih

    • Romantika Bima Juni 15, 2010 / 1:24 pm

      udah sy posting sedikit ttg Lengge. tp kalo dikutip jgn lupa cantumkan sumbernya dari saya ya…

  2. yoig's memeth balangkedodak April 8, 2011 / 2:25 am

    kapan ya situs tentang watutanahi….?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s