Teruslah Berdendang Meski Tak Didengar

Bangunan yang merupakan perpaduan arsitektur Mbojo dan Belanda itu masih berdiri megah di pusat Kota Bima. Orang Mbojo menyebutnya dengan Asi yang berarti Istana. Memang demikian adanya, bangunan itu dulu merupakan Istana Kerajaan dan Kesultanan Bima yang menjadi pusat Pemerintahan, pendidikan, kebudayaan dan syiar Islam. Kini bangunan itu telah dialihfungsikan menjadi Museum tempat penyimpanan benda-benda peninggalan kerajaan dan kesultanan Bima.
Namun kondisi bangunan dan halaman Asi Mbojo ini kini sangat memprihatinkan. Tidak terawat dan tidak terurus. Padahal bangunan ini adalah benda cagar budaya yang men-dunia. Banyak wisatawan mancanegara yang mengunjungi bangunan bersejarah itu. Salah satu koleksi peninggalan kerajaan dan kesultanan Bima yang diminati adalah Mahkota Kerajaan yang penuh dengan kemilau intan berlian dan satu-satunya di dunia. Belum lagi berbagai macam keris, perlengkapan perang dan berbagai atribut kesultanan Bima. Namun sayang, sepertinya upaya-upaya pemugaran, penataan dan pengelolaannya berjalan ditempat.
Perlu sebuah gerakan bersama untuk memperjuangkan alokasi dana untuk pemugaran dan penataan Asi Mbojo ini. Sebab ia adalah bukti kekayaan masa silam untuk generasi mendatang. Ia adalah saksi bisu pasang surut sejarah dan budaya Bima serta hiruk pikuk perjuangan merebut dan mempertahankan NKRI. Ia akan tetap terus mendendangkan syair keluguan masa silam kepada generasi-generasinya. Teruslah berdendang Asi Mbojo,….. Meski tak didengar…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s