Oleh: Alan Malingi | Mei 31, 2013

Ini Rangkaian Prosesi Tuha Ra Lanti

Ini Rangkaian Prosesi Tuha Ra Lanti

Inilah rangkaian prosesi Tuha Ra Lanti Sultan Bima ke-16 H.Ferry Zulkarnain, ST Bin Sultan Abdul Kahir II pada tanggal 4 Juli 2013. Prosesi ini diumumkan secara resmi oleh seksi Tuha Ra Lanti Drs.H.Hasanuddin Wahid di Asi Mbojo (30/5). Pada rapat tersebut juga dibahas hal-hal tehnis seputar pengaturan acara, pengamanan para tamu yang merupakan para Sultan Nusantara, transportasi dan akomodasi, serta konsumsi.


1. Pukul 08.30 pagi dipukul lonceng di Lare-lare(pintu gerbang Istana) sebanyak 7 kali yang menandai dimulainya penobatan Sultan. Sementara di halaman Istana digelar Tarian-tarian massal oleh anak-anak SD se-Kota Bima serta berbagai atraksi kesenian tradisional.
2. Sejurus kemudian masuklah Pasukan Paruga Suba(Pasukan Perang) berlari mengelilingi lokasi Tuha di Dana Ma Babuju( yang sudah disiapkan di halaman Istana) yang bertugas sebagai penjaga lokasi Tuha Ra Lanti.
3. Pembacaan Kalam ilahi, Doa-doa dan sambutan Ketua Majelis adat Dana Mbojo.
4. Dari arah barat di Asi Sera Suba( kediaman H.Ferry Zulkarnain) bunyi Gendang,Tambur dan Silu mengawali rombongan Jena Teke bersama keluarga yang dikawal para Bumi, Dari Suba dan pengawal Istana menuju Asi Mbojo.
5. Di depan Lare-lare Istana(Pintu Gerbang Istana) rombongan Jena Teke disambut oleh 5 orang Ncuhi yaitu Ncuhi Dara, Ncuhi Bolo, Ncuhi Parewa, Ncuhi Banggapupa, dan Ncuhi Dorowuni dan diantar di atas Dana Ma Babuju ( Lokasi Tuha).
6. Di atas Dana Ma Babuju, Jena Teke duduk dipangkuan Nuchi Dara dan terjadi dialog, peringatan dan nasehat para Ncuhi yang disaksikan oleh seluruh rakyat. Peringatan Para Ncuhi dalam bahasa Bima yang antara lain adalah penegasan kepada calon Sultan agar melaksanakan tugas sebagai Sultan sesuai tuntunan agama dan kehendak rakyat.Tuha adalah pelantikan oleh rakyat yang diwakili para Ncuhi.
7. Sejurus kemudian dari arah barat kediaman H. Ferry Zulkarnain datanglah rombongan pasukan berkuda Istana(Jara Sarau) yang membawa Mahkota Kerajaan yang bertahtakan Intan Berlian dan hanya dikeluarkan saat penobatan Sultan menuju Asi Mbojo dan diterima oleh Majelis Adat. Bersamaan dengan itu, para Ncuhi mengusung Jena Teke ke dalam Istana untuk di lakukan Pelantikan oleh Ketua Majelis Adat.
8. Bunyi Silu Istana mengalun sendu. Silu Asi ini hanya ditiup dalam acara penobatan Sultan. Mengiringi Proesi pelantikan dilakukan di pelataran utara Istana Bima oleh Majelis Adat yang ditandai pemnyematan atribut kerajaan dan pemasangan Mahkota Kerajaan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 83 pengikut lainnya.