Oleh: Alan Malingi | Oktober 18, 2010

Mengenal “ Silu” Alat Musik Tradisional Bima-Dompu

Silu adalah salah satu jenis alat musik dari daerah Bima Dompu. Silu termasuk jenis alat musik aerofon tipe hobo, karena silu memiliki lidah lebih dari satu. Lidah pada silu disebut pipi silu terdiri atas 4 lidah.

Di daerah Bima ada pembagian alat musik. Menurut pembagian tersebut, silu termasuk golongan ufi yaitu sebuah alat musik tiup. Sedang golongan alat musik lain adalah bo – e yaitu alat musik pukul dengan tangan misalnya rebana. Ko – bi adalah alat musik petik misalnya gambo ( gambus). Golongan lainnya adalah toke, yaitu alat musik yang dipukul dengan alat pemukul, misalnya genda ( gendang), Golongan yang terakhir adalah Ndiri, yaitu alat musik gesek misalnya biola mbojo ( biola Bima). Bahan untuk membuat silu adalah kayu sawo, perak dan daun lontar.

Pada silu tidak terdapat ornamen – ornamen, warnanya adalah warna asli. Bahanya, kecuali wata silu dibuat mengkilat dengan cat. Unsur musikal (suara) rupanya lebih dipentingkan daripada unsur visual estetik.

Tidak ada aturan tertentu untuk memilih bahan. Khususnya kayu sawo sebagai bahan pokok dicari kayu sawo yang sudah tua dan dipilih yang besarnya sesuai dengan keperluan.

Dalam pembuatan silu tidak ada ukuran yang standar. Di dalam membuat silu yang diutamakan adalah produksi suaranya. Salah satu ukuran silu, yaitu silu Goa yang terdapat di Istana Bima adalah sebagai berikut : Panjang silu seluruhnya mulai dari ujung pipi silu sampai pangkal ponto silu adalah 570 mm. Lebar pipi silu 15 mm, panjangnya 14 mm.Nali silu panjangnya 100 mm. Wata silu memiliki garis tengah 15 mm ( pangkal) sedang ujungnya bergaris tengah 17 mm. Satompa silu garis tengahnya 34 mm. Penampang ponto silu garis tengahnya 120 mm. Lubang – lubangnya bergaris tengah 4 mm. Jarak antara lubang yang satu dengan lubang yang lainnya antara 25 – 30 mm. jarak ini tidak ada standar karena sangat tergantung pada produksi suara yang dihasilkan.

Silu dan peniup Silu semakin langka ditemukan di Bima-Dompu tercinta. Perlu upaya serius untuk melestarikan dan melakukan proses Re-Generasi terhadap alat musik dan peniupnya. Salah satu nya adalah dengan melatih anak-anak muda, para pelajar dan membentuk sanggar-sanggar seni budaya Bima-Dompu di setiap sekolah-sekolah. Kemudian ditindaklanjuti dengan megundang seniman dan peniup silu dan sarone untuk mengajar para pelajar sebagai salah satu program ekstra kurikuler di sekolah-sekolah. Mereka diberikan honor yang sepadan agar ada rangsangan untuk terus membina dan mendidik anak-anak generasi Bima yang mencintai budayanya.  Mudah-mudahan gagasan ini dibaca dan direspon oleh para pengambil kebijakan untuk dilaksanakan.

About these ads

Responses

  1. [...] Mengenal “ Silu” Alat Musik Tradisional Bima-Dompu [...]

  2. vidionya bro

    • Ya. Ada seh rekaman suara aja.

  3. orang meniup silu itu sekarang telah meninggal pada tanggal 19 Nonember 2011 di desa NTonngu Palibelo bima NTB

    • Regenerasinya memang stagnan.

  4. kreeen.
    informasinya cukup menarik……..
    oyah….bagaimana saya bisa berhubungan dengan yang punya akun ini???
    karena saya sangat membutuhkan informasi yang lebih lengkap tentang alat-alat musik daerah kita.
    kerana sekarang saya sedang mengangkat desertasi doktor saya ttg topik kajian alat musik tradisional mbojo-dompu dalam konsep fisika (sains). dari situ kita akan membangun kurikulum pembelajaran fisika berbasis budaya lokal agar peran fisika dapat membangun pemahaman generasi di tanah bima-dompu tentang budaya-budaya (khususnya alat musik tradisionalnya).

    apa lagi dambe toi jaman ake wati ru wara ma bade alat musik tradisional na!!!

    makasih
    wassalam.

    khairil Bima.
    email: hairil_physic@yahoo.com)
    fb : hairil bima
    hp. 081907006194


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 116 pengikut lainnya.